Warga Kota Kediri harusnya bangga punya Taman Brantas yang didesain oleh arsitek sekelas Ridwan Kamil, yang kini menjadi Gubernur Jawa Barat. Sejak menjadi kepala daerah, Ridwan Kamil praktis sudah tak seaktif dulu berpraktik sebagai arsitek. Kalau pun dia masih bersedia mendesain, hanya untuk tempat ibadah (masjid) dan untuk fasilitas publik. Ini pun jika diminta oleh kolega sesama kepala daerah.
Karena itu dia bersedia ketika diminta mendesain Taman Brantas oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Dan pada awal tahun lalu (Januari) Ridwan Kamil meninjau Taman Brantas, satu dari karyanya.
Selama pandemi Covid-19, Taman Brantas praktis ditutup untuk umum. Seiring dengan regulasi yang mulai longgar, menurut saya, sudah saatnya Taman Brantas kini dibuka kembali.
Ridwan ketika menjelaskan soal desain Taman Brantas itu, konsepnya adalah untuk anak muda, dewasa, dan lansia. Makanya, di lahan yang seluas 1,5 hektare tersebut dibikin indah dengan aneka tanaman hijau dan beragam jenis bunga. Selain itu juga dilengkapi dengan berbagai sarana olahraga, seperti jogging track yang didesain mengelilingi taman. Ada pula area X-Game yang digunakan untuk bermain skateboard dan sepeda BMX. Bagi lansia ada jalur khusus pedestrian, jika ada yang ingin bersantai dengan berjalan kaki.
Sebagai tempat bersantai juga sangat cocok, sekaligus untuk rekreasi keluarga yang murah meriah. Sebab, di sana disediakan kursi-kursi dengan jumlah memadai. Dilengkapi pula toilet umum dan tempat bagi para penjual makanan dan minuman. Area parkirnya juga relatif memadai.
Jadi, kalau harus dibikin promosinya, maka Taman Brantas itu bisa dibuat narasi seperti ini: “Taman Brantas. Nikmati keindahan taman dan kesejukan udaranya, di tepian sungai terpanjang di Pulau Jawa”.
Sayangnya, keberadaan dari Taman Brantas, menurut saya kurang dipromosikan secara maksimal. Padahal, Taman Brantas itu bisa dijadikan ikon Kota Kediri. Sekarang, jika Anda warga Kota Kediri ditanya, apa ikon dari Kota Kediri?
Kota Surabaya, ikonnya bisa Tugu Pahlawan. Bisa pula patung ikan Sura dan Baya. Kota Malang, ikonnya adalah bundaran Alun-Alun Tugu yang berada di depan balai kota. Kota Bandung adalah Gedung Sate-nya yang terkenal. Bagaimana dengan Kota Kediri? Apa kira-kira ikonnya? Jalan Dhoho? Atau deretan para penjual tahu di pinggiran jalan? Atau monument “Kita adalah Surya” yang dibangun Gudang Garam?
Menurut saya, ikon Kota Kediri bisa Taman Brantas itu. Sebab, Kota Kediri termasuk kota yang punya lanskap paling bagus di antara kota-kota lain yang dilalui Sungai Brantas. Apalagi sudah ada Taman Brantas.
Agar Taman Brantas sebagai ikon kota tersosialisasi dengan baik maka eksistensi Taman Brantas harus diimbangi dengan menggelar berbagai event yang menonjolkan kearifan lokal Kota Kediri. Event itu harus atraktif. Harus berbeda dengan event lain di daerah lain. Dan linier dengan keberadaan Taman Brantas itu.
Ayo Mas Abu (Wali Kota Kediri), masih ada waktu bagi Anda untuk bikin legacy yang “wow”. Ayo, bikin ikon Kota Kediri yang “wow”. Yang bikin orang tertarik untuk datang ke Kota Kediri. Dan bikin orang terkesan ketika berada di Kota Kediri. Mumpung regulasi terkait pandemi Covid-19 sedang diperlonggar. Orang sudah mulai bebas bepergian. Penerbangan pun juga sudah tak seketat sebelumnya. Dan sebentar lagi, ada bandara di Kediri. Wis wayahe Kota Kediri dipermak lebih “wow” lagi. (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)
Editor : adi nugroho