Menimbang Efektivitas Wacana Sekolah Lima Hari Kabupaten Kediri

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 19:52 WIB
Ilustrasi sekolah lima hari. (Ilustrasi Afrizal)
Ilustrasi sekolah lima hari. (Ilustrasi Afrizal)

 

Perdebatan mengenai jumlah hari sekolah kembali menarik perhatian. Ada yang menganggap sekolah lima hari lebih efektif karena memberikan siswa waktu istirahat dan berkegiatan di luar sekolah. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa sekolah enam hari dapat memberikan waktu belajar yang lebih cukup.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Ya, seperti yang diketahui bahwa ada wacana penerapan sekolah lima hari di wilayah Kabupaten Kediri. Itu untuk jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Sementara untuk sekolah menengah atas (SMA) sudah lebih dahulu menerapkan.

Untuk diketahui, kebijakan lima hari sekolah sebenarnya dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pembelajaran, bukan untuk membuat guru lebih santai atau merugikan siswa.

Fokusnya adalah pada bagaimana mengoptimalkan waktu belajar yang efektif dan produktif sesuai kurikulum. Guru harus memahami gaya belajar, tipe, dan karakter siswa dalam proses pembelajaran, karena setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda.

Baca Juga: Liputan Khusus: Rencana Lima Hari Sekolah di Kabupaten Kediri, Mencerdaskan atau Mencemaskan? (1)

Jika waktu belajar terlalu lama, dapat menyebabkan kejenuhan, sementara waktu yang terlalu singkat juga dapat menghambat pemahaman materi. Oleh karena itu, penyesuaian metode pembelajaran perlu diperhatikan agar guru tidak memaksakan belajar peserta didik.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah keberhasilan siswa memang ditentukan oleh berapa hari mereka datang ke sekolah?

Pertanyaan ini penting karena pendidikan bukan sekadar persoalan menambah atau mengurangi hari belajar. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana waktu belajar tersebut digunakan.

 Baca Juga: Liputan Khusus: Rencana Lima Hari Sekolah di Kabupaten Kediri, Mencerdaskan atau Mencemaskan? (2)

Semakin banyak hari sekolah berarti semakin banyak kesempatan untuk belajar. Namun, hal tersebut tidak otomatis membuat hasil belajar siswa menjadi lebih baik.

Sebab siswa juga manusia yang memiliki batas kemampuan untuk berkonsentrasi. Jika waktu belajar terlalu padat tanpa diimbangi dengan istirahat yang cukup, kegiatan belajar justru dapat terasa melelahkan. Siswa mungkin tetap hadir di kelas, tetapi tidak sepenuhnya memahami materi yang disampaikan.

Karena itu, ukuran keberhasilan pendidikan seharusnya tidak hanya dilihat dari jumlah hari siswa berada di sekolah, tetapi juga dari kualitas proses pembelajaran.

Memang sebagian besar dari mereka menyatakan keberatan jika sekolah memberlakukan sistem lima hari sekolah. Pihak yang menyatakan keberatan tersebut khawatir terhadap fisik sang buah hati termasuk dampaknya terhadap kegiatan keagamaan di luar sekolah.

Baca Juga: Disdik Kabupaten Kediri Godok Tiga Opsi Lima Hari Sekolah, Bakal Diterapkan?

Terlebih di zaman seperti sekarang ini bekal agama dirasa sangat penting. Tidak cukup jika hanya mengandalkan pendidikan di sekolah. Sebab tantangan teknologi yang dihadapi semakin masif. Percuma jika anak pandai di mata pelajaran namun nol di akhlak dan agama. Ujungnya mereka bisa terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan.

Tak hanya itu, mungkin dari sisi guru juga cukup memberatkan. Bagi guru, harus mengajar dari pagi hingga sore hari bukanlah pekerjaan ringan. Mereka harus berhadapan dengan sekian banyak siswa di sekian banyak kelas dalam sehari. Belum lagi urusan administrasi dan lain-lain.

Namun tak dipungkiri sekolah lima hari juga memiliki nilai positif yaitu adanya waktu yang lebih luas bagi siswa di luar kegiatan sekolah. Waktu tersebut dapat digunakan untuk beristirahat, mengikuti kegiatan olahraga, mengembangkan hobi, membaca, mengikuti kegiatan sosial, atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga.

Baca Juga: Dewan Desak Kajian Mendalam Sebelum Terapkan Sekolah Lima Hari, Uji Coba Terbatas Bisa Jadi Opsi Sementara

Memang pada akhirnya tidak ada jawaban sederhana bahwa lima hari pasti lebih baik atau enam hari pasti lebih buruk, ataupun sebaliknya. Sebab efektivitas sistem sekolah sangat bergantung pada banyak hal.

Diantaranya yaitu kualitas guru, metode pembelajaran, beban tugas, kondisi siswa, lingkungan keluarga, serta bagaimana sekolah mengatur waktu belajar.

Pendidikan yang baik bukan pendidikan yang membuat siswa paling lama berada di sekolah. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu membuat waktu belajar menjadi lebih bermakna tanpa mengabaikan kebutuhan siswa untuk beristirahat, bersosialisasi, dan berkembang di luar kelas.

Karena pendidikan tidak seharusnya diukur dari berapa hari siswa duduk di bangku sekolah, tetapi dari seberapa jauh proses pendidikan membantu mereka menjadi manusia yang mampu belajar dan menghadapi kehidupan. (Penulis adalah wartawan Jawa Pos Radar Kediri)

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
sekolah lima hari pro kontra kabupaten kediri menolak Efektivitas