KEDIRI, JP RADAR KEDIRI - Demonstrasi yang terjadi di beberapa wilayah merupakan isyarat bahwa negara sedang tidak baik-baik saja. Ya, masyarakat menengah ke bawah semakin ditekan karena mahalnya berbagai kebutuhan pokok, sementara pejabatnya dengan mudah melakukan penyelewengan. Mencari keuntungan diatas penderitaan rakyat.
Beberapa hari terakhir ini banyak aksi demonstrasi yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Tuntutannya tak lain adalah berkaitan dengan program makan bergizi gratis (MBG) hingga koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP).
Ada yang meminta agar program tersebut dihapus total. Namun, tak sedikit yang meminta untuk tetap dipertahankan namun dengan dikaji ulang.
Baca Juga: Demo Malang Hari Ini 17 Juni: Mahasiswa Usung 5 Tuntutan Mulai MBG hingga Harga BBM
Dari dua pernyataan tersebut dapat dinilai bahwa, ada suara masyarakat yang benar-benar sudah tidak mentolerir adanya tindak pidana korupsi. Mereka berpendapat bahwa program yang dibuat secara tergesa-gesa itu hanya akan menjadi sarang koruptor. Juga pengusaha yang tamak dengan kekuasaan.
Di lain sisi, sebagian masih berupaya memberi kepercayaan untuk memperbaiki sistem maupun regulasi. Ada yang menilai bahwa program ini memang dibutuhkan oleh kelompok tertentu. Baik siswa maupun pekerja. Ya, memang patut diakui jika keberadaan program tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan. Beberapa petani juga merasa diuntungkan karena ikut memasok.
Lantas di mana letak kesalahannya? Di hati para koruptor yang tega mencari keuntungan dari program ini. Mereka yang berusaha menggali omset setinggi- tingginya tanpa memperhatikan kualitas yang diberikan kepada masyarakat penerima.
Baca Juga: Demo Jakarta Hari Ini: Intip Rute, Titik Aksi, dan Tuntutannya
Tak heran, jika masyarakat benar- benar muak dengan keadaan saat ini. Program yang digadang-gadang mampu mengubah kehidupan justru jauh dari angan-angan. Kehidupannya pun semakin terhimpit karena ekonomi susah. Namun, tak ada pilihan lain selain menerima dan bertahan.
Terlebih pemimpinnya saat ini cenderung mengesampingkan ketika ada kritik. Yang semakin membuat masyarakat merasa tak diperhatikan. Melalui demonstrasi ini masyarakat, termasuk mahasiswa berusaha untuk memastikan bahwa suara mereka tetap didengar. Oleh karena itu, pemerintah perlu merespons kritik dengan sikap terbuka. Sementara mahasiswa perlu terus menjaga kualitas gerakan agar tetap rasional, damai, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Harapan mereka satu. Pemimpin yang dipilihnya mampu memberi solusi atas kegelisahan yang dialami oleh rakyatnya. Tidak hanya mementingkan kepentingan satu dua pihak tetapi kepentingan masyarakat seluruhnya.
Baca Juga: Hakim Korting Vonis Terdakwa Kerusuhan Demo, Ini Pertimbangannya
Berbagai isu seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pelemahan nilai tukar rupiah harus menjadi atensi pemerintah.
Sebab jika kedepannya masih dikesampingkan jangan heran apabila muncul tindakan-tindakan yang tidak diinginkan. Mulai dari tindakan anarkis hingga peningkatan angka kriminalitas.
Terlebih belakangan ini, keterbukaan informasi publik menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan. Ya, keterbukaan informasi sangat krusial untuk membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga: Puluhan Tersangka Kerusuhan Demo Dilayar ke Lapas Kediri, Begini Nasibnya
Keterbukaan informasi publik tidak hanya soal mempublikasikan data, tetapi juga soal bagaimana pemerintah menyajikan informasi tersebut agar mudah diakses dan dipahami semua kalangan. Karena masyarakat berhak mendapatkan penjelasan secara jujur dari apa yang sebenarnya terjadi.
Saat komunikasi buntu, ruang kosong tersebut akan mudah diisi oleh asumsi atau disinformasi. Yang dapat memudahkan masyarakat untuk dipecah belah sesuai kepentingan.