Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Kota Kediri beberapa minggu terakhir ini bukanlah sekadar peristiwa musiman yang datang dan pergi. Dia adalah fenomena kompleks yang memperlihatkan bagaimana dinamika alam, sistem pemantauan ilmiah, dan respon sosial.
Dalam beberapa waktu terakhir, tanpa sadar kita telah menjadi saksi nyata bahwa meningkatnya intensistas cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai penjuru dunia bukan hanya sekedar opini belaka. Banjir yang merusak, panas dan kekeringan yang mematikan, serta badai yang memporak-porandakan pada kurun waktu beberapa tahun ini berhasil menjadi bukti bahwa cuaca ekstrem memang sedang berlangsung di tengah kehidupan kita.
Untuk diketahui, cuaca ekstrem merupakan kondisi di mana alam sedang dalam keadaan yang tidak stabil atau tidak seperti biasanya.
Bahkan dapat dikatakan bahwa cuaca ekstrem merupakan kondisi cuaca di luar keadaan normal yang dapat memengaruhi berbagai sektor kehidupan manusia. Baik dari segi lingkungan, alam, ekonomi, sosial, dan aspek-aspek lainnya.
Baca Juga: Antara Remaja dan Balap Liar
Umumnya pengaruh yang diakibatkan oleh adanya cuaca ekstrem tersebut adalah pengaruh negatif yang berdampak secara signifikan kepada manusia.
Adapun penyebab utama terjadinya cuaca ekstrem adalah adanya perubahan iklim yang drastis. Perubahan iklim diartikan sebagai perubahan kondisi fisik atmosfer bumi. Seperti distribusi suhu dan curah hujan yang mempunyai dampak luas terhadap berbagai bidang kehidupan manusia.
Terlebih saat ini sangat sulit melakukan prediksi terhadap cuaca yang mungkin akan terjadi di beberapa waktu yang akan datang.
Padahal zaman dahulu, daerah yang berada pada wilayah dengan iklim tropis biasanya diperkirakan akan mengalami musim hujan pada bulan Oktober hingga Maret. Sedangkan untuk musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada bulan April hingga September.
Baca Juga: Nikah Muda, Solusi atau Bencana?
Namun, jika mengamati kedatangan dua musim tersebut pada beberapa waktu ke belakang, di Indonesia sendiri terjadinya dua musim tersebut sudah tidak sama lagi seperti apa yang diperkirakan. Bahkan mengalami perubahan yang cukup signifikan.
Tanpa disadari bersama bahwa dampak adanya perubahan iklim ternyata sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, dan aspek lain. Tak memungkiri juga menyebabkan kerusakan dan kematian manusia.
Seperti hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kota Kediri. Pohon tumbang terjadi lebih di 5 titik. Beberapa juga menutup seluruh badan jalan yang mengakibatkan kemacetan tidak bisa dihindarkan.
Belum lagi beberapa rumah yang dikabarkan rusak. Bagian atapnya berterbangan sehingga membuat penghuninya harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Baca Juga: Waspadai Cuaca Ekstrem di Kediri hingga Awal April, Ini Yang Wajib Kamu Ketahui!
Lantas jika sudah begini, sebagai manusia harus memiliki kesadaran diri yang tinggi untuk sama-sama menjaga alam ini agar tidak semakin memburuk. Baik dari peranan per individu, masyarakat maupun pemerintah.
Sebagai individu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan meningkatkan kesadaran pribadi dan bersama bahwa perubahan iklim bukan permasalahan sepele yang tidak butuh perhatian khusus. Justru dikarenakan banyak orang yang menganggap sepele, harus memikirkan bahwa hal sepele bisa berubah menjadi hal serius jika intensitasnya sudah semakin besar.
Tak hanya itu, juga perlu untuk mengurangi aksi-aksi yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca di atmosfer. Itu dengan memilih produk ramah lingkungan, mengurangi penggunaan bahan bakar, dan mengurangi penggunaan energi listrik yang tidak diperlukan. Kemudian, bisa diganti dengan menanam pohon dan merawat tanaman secara bersama. Sebab itu dapat menyerap dan mengurangi emisi gas CO2 dari udara.
Lalu untuk pemerintah sebagai pemegang kuasa atas negeri ini tak kalah memiliki peran penting dalam memperbaiki perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Itu dengan cara melakukan penegakan hukum yang tegas.
Baca Juga: Banjir dan Angin Kencang Kepung Lereng Kelud Kediri! Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Waspada
Misalnya dengan cara menegakkan peraturan bagi para perusahaan ataupun individu untuk mematuhi standar lingkungan yang sudah ditetapkan sebelumya. Baik dari segi emisi industri, penggunaan lahan hingga pengaturan limbah yang dihasilkan.
Pemerintah juga dapat melakukan pembanguan infrastruktur hijau sebagai upaya nyata untuk memperbaiki keadaan iklim dan cuaca esktrem. Seperti membangun infrastruktur yang ramah lingkungan, transportasi umum yang memadai serta bangunan hijau agar dapat mengurangi dampak lingkungan akibat adanya perubahan iklim yang drastis.
Dari cara-cara yang disebutkan di atas maka hal yang terpenting adalah bagaimana kedua lapisan tersebut dapat saling berkontribusi dan bekerja sama untuk menjaga dan memperbaiki alam. Dengan adanya kolaborasi dan kerja sama dari banyak pihak, maka tujuan yang ingin dicapai dapat terealisasi dengan mudah. (Penulis adalah wartawan Jawa Pos Radar Kediri)
Editor : Andhika Attar Anindita