Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rumah Bukan Lagi Tempat yang Aman

Habibah Anisa M. • Minggu, 18 Mei 2025 | 18:26 WIB
HABIBAH A MUKTIARA
HABIBAH A MUKTIARA

KEDIRI, JP Radar Kediri- Manusia diciptakan sebagai makhluk yang mulia. Tak hanya diberikan nafsu, Allah SWT juga memberikan akal. Sayangnya, tidak sedikit manusia yang memilih berperilaku lebih rendah dari binatang karena tidak bisa mengendalikan nafsunya.

Zamannya memang benar-benar menjadi zaman edan. Namun, bukan karena wong tuwa rabi perawan. Ini memang bukan tentang lagu Cucak Rowo yang dinyanyikan oleh almarhum Didi Kempot.

Baca Juga: Menyorot Model Pendidikan

Istilah zaman edan sering digunakan untuk menggambarkan sebuah fenomena kesalahan fatal namun dianggap benar karena banyak yang melakukannya. Istilah zaman edan kembali muncul saat di media sosial Facebook muncul grup bernama Fantasi Sedarah.

Aktivitas grup dengan jumlah anggota yang mencapai 5.000 ini orang mengarah pada perilaku kejahatan seksual. Mereka tidak segan-segan membagikan cerita bejat yang dilakukan kepada anak, adik, kakak, orang tua mereka. Seperti nama grup, korbannya memang masih sedarah. Ugal-ugalan!

Baca Juga: Ijazah dan Warisan Penjajah

Edannya, mereka menganggap perbuatannya itu adalah hal yang lumrah. Karenanya, begitu isi postingan di grup ini menyebar, warganet pun geram. Bahkan ada sebuah petisi di Instagram agar kepolisian mengusut grup tersebut.

Setelah kasus ini mencuat, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) langsung memblokir grup Facebook tersebut. Namun, langkah ini agaknya tidak akan jadi kendala bagi anggota grup. Toh mereka bisa membuat grup baru atau bahkan ternyata ada banyak grup serupa yang belum terdeteksi.

Baca Juga: Melihat Film Jumbo dari Berbagai Perspektif

Kemarahan warganet akibat aktivitas anggota di grup Fantasi Sedarah memang bisa dimaklumi. Bagaimana ada manusia yang seperti mereka? tega melakukan kejahatan atau pelecehan pada anggota keluarganya. 

Jika rumah sudah tidak bisa menjadi ruang yang aman bagi kita, lalu harus kemana lagi kita mencari perlindungan?  pertanyaan ini bergelayut di benak saya. Anak bisa menjadi korban kejahatan orang tuanya. Adik menjadi korban kakaknya atau sebaliknya. 

Baca Juga: Peduli adalah Kata Kunci

Mereka yang merasa paling kuat, memanipulasi korbannya tanpa pandang bulu. Bahkan anak balita pun tak luput. Tak heran jika ada seorang remaja perempuan yang diperkosa oleh kakaknya. Korban merasa dilematis karena pelaku memiliki hubungan keluarga. 

Korban mengalami trauma berkepanjangan karena harus berhadapan pada sosok kakak yang seharusnya jadi pelindung, namun memangsanya.

Baca Juga: Sport Tourism Bisa Jadi Cuan untuk Kediri

Manusia sejatinya adalah makhluk mulia. Bahkan dianggap lebih mulia dari malaikat. Namun, begitu dia tidak bisa menundukkan nafsunya, manusia bisa lebih rendah dari binatang. Sebab akal mereka kalah dengan nafsu. 

Jika sudah demikian, negara harus benar-benar hadir memberikan perlindungan. Kasus pelecehan, siapapun pelakunya, harus tetap ditindak dan diusut hingga tuntas. Sehingga kejadian yang memilukan ini tidak lantas tenggelam dan hilang.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#rumah #tempat aman #cucak rowo #zaman edan #didi kempot