Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menyorot Model Pendidikan

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 13 Mei 2025 | 17:49 WIB

ILUSTRASI: Pendidikan
ILUSTRASI: Pendidikan

KEDIRI, JP Radar Kediri- Apa pun kurikulumnya. Kesiapan guru dan siswa adalah poin penting. Sebab tanpa kesiapan kedua belah pihak mustahil tujuan kurikulum akan terwujud.

Pemeo ganti pemimpin ganti kurikulum sepertinya masih berlaku di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Biasanya perubahan kebijakan dalam dunia pendidikan disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti politik, ekonomi, dan sosial. Namun, perubahan yang terlalu sering ini mengakibatkan beberapa siswa dan guru terpaksa beradaptasi.

Baca Juga: Ijazah dan Warisan Penjajah

Guru dan siswa seolah-olah menjadi korban dari keputusan pemerintah. Seringkali mereka harus memaksakan diri untuk mau mengikuti aturan meskipun realitanya berat untuk dijalankan. Padahal perubahan kebijakan yang terlalu sering ini juga dapat menyebabkan kualitas pendidikan menurun.

Menurut Peneliti Pusat Riset Pendidikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pergantian kurikulum akibat pergantian menteri pendidikan tidak meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Itu dapat dilihat dari skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang dilakukan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Baca Juga: Melihat Film Jumbo dari Berbagai Perspektif

Skor PISA menunjukkan kondisi pendidikan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Nilai literasi turun dari 397 pada 2015 menjadi 359 di tahun 2022. Lalu, numerasi turun dari 386 menjadi 366. Dan terakhir sains turun dari 403 menjadi 383 dalam periode yang sama.

Sementara itu, berdasarkan Riset dari OECD menunjukkan bahwa negara yang konsisten menggunakan standar pendidikan, baik dari penamaan maupun implementasinya, justru lebih baik mutu pendidikannya. Misalnya negara Finlandia. 

Baca Juga: Peduli adalah Kata Kunci

Sistem pendidikan Finlandia dikenal dengan nilai kesetaraannya. Tak hanya itu kualitas guru, fleksibilitas kurikulum, dan pembelajaran yang praktis juga menjadi poin plusnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini jejak kurikulum di Indonesia sudah mengalami perubahan sebanyak sebelas kali. Dimulai dari rencana pelajaran 1947 (leer plan), berlanjut pada rencana pelajaran terurai 1952. Tak berhenti sampai di situ saja, 16 tahun sesudahnya kurikulum berubah menjadi rentjana pendidikan 1964, lalu dilakukan pembaharuan kurikulum 1964 pada 1968. Kebijakan ini terus berubah hingga terakhir mengeluarkan kurikulum merdeka belajar pada 2022.

Baca Juga: Sport Tourism Bisa Jadi Cuan untuk Kediri

Berganti-gantinya aturan ini tentu menjadi beban bagi para guru. Guru sering kali tidak siap atau tidak mendapatkan bekal yang baik untuk menjalankan perubahan kurikulum. Bahkan terkadang mereka harus rela belajar secara otodidak demi bisa menyalurkan ilmu secara maksimal kepada anak didiknya. 

Oleh karena itu, perlu ada kesinambungan dan konsistensi dalam kebijakan pendidikan untuk memastikan bahwa guru dan siswa mampu menerima pendidikan yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan mereka.

Baca Juga: Pemerasan Berkedok Sumbangan

Kedepannya pemerintah harus mempertimbangkan dampak perubahan kebijakan pendidikan pada siswa, guru, dan orang tua. Agar kebijakan pendidikan yang dibuat dapat memenuhi kebutuhan semua pihak.

Pada akhirnya tuntutan zaman seperti ini kurikulum pendidikan ke depan akan mengutamakan pendekatan deep learning. Itu diperkenalkan oleh Marton dan Saljo dari Swedia sejak 1976. Dan akan terus berkembang sampai sekarang.

Baca Juga: Perkara MBG (Makan Buat Gusyon)

Pendekatan ini menekankan pada tiga aspek utama, yakni mindful learning, meaningful learning, dan joyfull learning. Mindful learning mendorong siswa untuk aktif berdiskusi dan bereksperimen. Lalu meaningful mengajak siswa memahami alasan di balik setiap materi pelajaran. Dan semua harus dilakukan untuk menciptakan pengalaman belajar yang  joyfull atau menyenangkan.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#pendidikan #siswa #pemimpin #kurikulum #guru #Prabowo Subianto