Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ujian Politik si Kerongkongan Emas

rekian • Selasa, 10 September 2024 | 16:27 WIB

 

Photo
Photo

Oleh: Rekian

ORANG Kediri yang kini tengah jadi perbincangan publik adalah Pramono Anung Wibowo. Dia ditunjuk partainya untuk menghadang Ridwan Kamil di pemilihan kepala daerah Jakarta. Pengalaman politik pria 61 tahun itu sedang diuji.

Jalan yang dilakoninya tentu tidak mudah. Dia harus berhadapan lawan yang didukung mayoritas partai politik. Termasuk partai pemenang di Jakarta yang menyodorkan nama Suswono untuk mendampingi Ridwan Kamil.

Ini kali pertama Pramono macung sebagai calon kepala daerah. Sebelumnya, jalan politik yang dilakoninya terbilang moncer. Dia dipercaya menjadi anggota legislatif selama empat kali sejak reformasi. Daerah pemilihannya masih di Jawa Timur.

Kepiawaiannya sebagai politisi mengantarkan lulusan SMAN 1 Kediri itu menjadi Wakil DPR RI 2009-2014. Kemampuannya memimpin ditempa pula di partainya.

Di struktur partai, Pramono menduduki jabatan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan 2005-2010. Posisi tersebut dianggap sebagai jabatan prestisius di partai belambang banteng moncong putih di bawah kepemimpinan trah Soekarno (Megawati).

Semua prestasinya yang diraih dari bawah. Tidak ada yang instan. Politisi yang dijuluki Kerongkongan Emas itu seperti terus berproses tanpa lelah. Penghobi sepeda itu telah menjadi kebanggaan warga Kediri.

Kini jutaan mata menyorotnya. Berani mengambil keputusan maju di Pilkada Jakarta sudah pasti menjadi perhatian publik yang lebih luas. Semua tindak-tanduk masa lalu pasti akan dikuliti. Bukan tanpa sebab, Jakarta adalah episentrum perpolitikan di Indonesia.

PDI Perjuangan sepertinya sedang menguji kemampuannya sebagai kader militan. Nama Pramono sempat muncul sebagai kandidat calon di Pilkada Jakarta. Tapi, tidak sesering tokoh lainnya. Seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Anies Rasyid Baswedan, dan Ridwan Kamil (Kang Emil).

Sejak awal kemunculan nama Pramono, WhatsApp grup menganggap enteng kemunculannya. Perbincangan di sosial media meremehkan kemampuan politiknya. Orang lupa, suami Endang Nugrahani itu pernah terpilih sebagai anggota DPR RI sebanyak empat kali berturut sejak reformasi.

Itu adalah modal politik yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pengalamannya tentu saja lebih matang. Memiliki komunikasi yang baik membuatnya lebih mudah diterima. Lawan atau kawan pasti dibuat segan.

Ridwan Kamil sebagai kompetitornya di Pilkada Jakarta menganggapnya sebagai guru. Bahkan, Pramono disebut punya kedekatan dengan Joko Widodo (Jokowi). Dan telah mendapat dukungan dari sang presiden.

Kemampuan komunikasi di atas rata-rata itu membuatnya lebih mudah untuk merangkul tokoh-tokoh di Jakarta. Yang tidak kalah penting, Pramono tidak punya track record yang buruk soal hukum.

Memiliki harta Rp 104,29 miliar, bapak dua anak itu tidak punya hutang. Modal sosial dan politik yang baik itu membuatnya pantas menjadi kontestan di Pilkada Jakarta. Apalagi sebagai Sekretaris Kabinet di pemerintahan Jokowi, lulusan doktor ilmu komunikasi Universitas Padjadjaran itu pasti sangat paham kebutuhan Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota.

Tentu saja, ini jalan terjal bagi Pramono. Saat dirinya harus memenangkan kontestasi di Pilkada Jakarta, di tanah kelahirannya si putra sulungnya, Hanindhito Himawan Pramana, juga ikut pemilihan kepala daerah di Kabupaten Kediri. Pilkada serentak ini akan menjadi pembuktian sebagai politisi ulung. Si Kerongkongan Emas itu sudah punya dua modal yang cukup. Yakni modal politik dan modal sosial yang mumpuni. Selamat bertarung, Pramono Anung Wibowo. (penulis adalah wartawan jawa pos radar kediri)

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ahok #ridwan kamil #Jokowi #Anies Rasyid Baswedan #Pramono Anung Wibowo