KOTA, JP Radar Kediri-Menjabat direktur RSUD Gambiran sejak awal Februari lalu, dr Aditya Bagus Djatmiko langsung “berbenah”. Untuk meningkatkan kinerja rumah sakit milik Pemkot Kediri itu, dokter kelahiran Surabaya tersebut akan mengubah budaya kerja pegawai lebih dulu.
Pria yang akrab disapa Adit itu menjelaskan, RSUD memiliki banyak keunggulan dibanding RS swasta. Dia mencontohkan, dari sisi fasilitas dan alat medis, jumlahnya lebih banyak. Dari sisi sarana dan prasarana yang di-support oleh APBD, pengadaannya relatif lebih mudah.
“Tidak seperti RS swasta yang mereka harus berhitung banyak saat akan investasi alat,” kata pria yang sebelumnya menjabat wakil direktur RS Mata Undaan tersebut sembari menyebut status sebagai badan layanan umum daerah (BLUD) juga membuat RSUD lebih lincah dalam pengambilan kebijakan.
Di luar kelebihan-kelebihan itu, diakui pria yang sekarang tinggal di Mojokerto tersebut jika mutu pelayanan RSUD yang menyangkut sumber daya manusia (SDM) jadi kelemahannya. Yakni, budaya dan etos kerja masih belum sekuat RS swasta.
Makanya, Adit bertekad untuk mengubah budaya kerja serta memacu etos kerja karyawan untuk meningkatkan kinerja rumah sakit berpelat merah tersebut. “Mengubah budaya kerja itu jadi prioritas,” terang Adit memastikan hal itu penting agar mutu pelayanan RS bisa meningkat.
Dokter yang juga lama berkarir di RS PTPN X itu optimistis bisa mengubah paradigma lama. Meski, diyakininya hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Di luar itu, menurut Adit SDM adalah entitas bisnis yang tidak terbatas pengembangannya.
Karena itu pula, di tahun pertama kepemimpinannya, dia akan terjun langsung untuk melakukan beberapa perbaikan. Untuk meningkatkan pelayanan, pria yang gemar memelihara binatang itu akan melakukan evaluasi dan monitoring secara berjenjang. “Saya akan memberdayakan struktur organisasi RSUD agar lebih optimal,” tegasnya.
Pria yang sebelumnya sering keliling memonitor RS di bawah PTPN X itu juga mengaku siap melakukan coaching dan mentoring dari sisi manajerial untuk pejabat struktural. Selebihnya, mereka diharapkan bisa menularkan hal tersebut ke staf dan jajarannya.
Jika semua sepakat untuk bekerja keras, Adit yakin dalam waktu yang tidak lama budaya kerja di RSUD Gambiran bisa segera berubah. Dampaknya, kinerja rumah sakit akan semakin baik.
Tak hanya memperbaiki budaya kerja, Adit menyebut dirinya juga akan menerapkan mekanisme reward and punishment. Hal itu menjadi strategi khusus agar pegawai yang rajin dan bekerja dengan sungguh-sungguh bisa mendapat penghasilan yang lebih besar dibanding lainnya. “Yang bekerja tidak prosedural otomatis akan mendapat punishment,” tegas pria yang dalam beberapa bulan kepemimpinannya ini tengah fokus melakukan coaching kepada jajaran itu. (ut)
Editor : adi nugroho