KOTA- Kabar duka datang dari DPRD Kota Kediri. Legislator senior Muzer Zaidib meninggal dunia kemarin (4/3). Politisi PKB berusia 70 tahun ini mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat di ICU RSUD Gambiran.
Ucapan belasungkawa segera mengalir deras. Terutama di grup-grup percakapan, sejak pukul 12.00. Statusnya sebagai politisi senior dan sekretaris Fraksi PKB membuat banyak yang merasa kehilangan.
Di mata politisi muda, anggota Komisi A ini sering menjadi teladan. Cara bergaulnya yang luwes membuat siapa pun merasa dekat dan bisa menerimanya. Bahkan rekannya sesama legislator yang berbeda partai mendaulatnya sebagai guru politik.
“Saya sudah dua periode (berada) satu komisi bersama almarhum. Beliau meninggalkan cara berpolitik yang tak bisa disamai orang lain,” kenang Reza Darmawan, rekannya di komisi A.
Paling berkesan dari sosok Zaidib adalah caranya mencairkan suasana. Ketika kondisi rapat atau paripurna sedang tegang, lelaki asal Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren itu kerap melemparkan joke yang membuat satu ruangan tertawa.
Sebenarnya, pria yang meninggalkan tiga anak itu dikenal sebagai pengkritik yang keras. Namun, bagi yang dikritik, jarang sekali tersinggung. Sebab, dibungkus dengan joke-joke segar.
“Itu membuat orang yang dikritik tidak mudah tersinggung,” papar Reza.
Kehadiran Zaidib juga ditunggu-tunggu ketika rapat paripurna. Misalnya, saat menyampaikan pandangan umum fraksi. Lelaki yang didapuk sebagai Sekretaris Fraksi PKB itu memilih cara berbeda dengan fraksi-fraksi lain. Ia tidak lagi membaca naskah yang sudah disiapkan fraksinya. “Ia ceramah dan beri tausyiah,” kenang Reza.
Dalam pidatonya itu, Zaidib bisa menyelipkan kritik lewat joke-joke yang segar. Gelak tawa dan tepuk tangan jadi apresiasi untuknya. Menurut Reza, kehadirannya di ruang rapat selalu dinanti untuk mencairkan suasana. Itulah yang tidak dimiliki politisi lainnya.
Politisi muda PAN Kota Kediri ini juga merasa kehilangan patner diskusi. Dari Zaidib ia mendapat banyak ilmu. Hampir satu tahun ini, ia dan Zaidib tidak bertemu. Lelaki yang usianya sudah di atas 70 tahun itu sakit. Terakhir dia mendapat kabar bila kondisi Zaidib semakin memburuk setelah dirawat di ICU Rumah Sakit Gambiran.
Sesama legislator di Komisi A, Reza menganalnya sebagai tokoh yang berjasa atas munculnya Perda Pondok Pesantren. “Almarhum adalah inisiatornya (Perda Ponpes, Red),” tutup Reza.(rq/fud)
Editor : adi nugroho