Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hanindhito Himawan Pramana, 2025-2030

Kurniawan Muhammad • Senin, 16 Desember 2024 | 16:51 WIB
Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan

Jika tidak ada aral melintang, Kabupaten Kediri akan kembali dipimpin oleh Hanindhito Himawan Pramana (HHP), yang akan didampingi wakilnya, Dewi Mariya Ulfa (DMU). Februari tahun depan, mereka akan dilantik untuk periode kedua (2025-2030).

Sebagai bagian dari Kabupaten Kediri, setidaknya kami punya tiga harapan yang semoga akan diwujudkan dan dituntaskan pada periode kedua pemerintahan HHP-DMU.

Pertama, penyelesaian Stadion Gelora Daha Jayati. Kami sangat berharap, stadion tersebut selesai dan bisa difungsikan di tahun pertama pemerintahan HHP di periode kedua.

Stadion tersebut didesain cukup futuristik, disesuaikan dengan model kekinian. Sehingga nanti diharapkan akan menjadi salah satu ikon dari Kabupaten Kediri. Tak hanya penyelesaian stadion saja.

Akses jalan menuju ke stadion juga harus diperhatikan. Diperbaiki, sekaligus diperlebar.

HHP sudah merencanakan akan membuat akses jalan baru menuju ke stadion, dimana jalan baru itu nantinya akan tembus langsung ke jalan provinsi.

Mengapa keberadaan stadion itu penting? Karena keberadaan stadion memiliki hubungan yang signifikan terhadap perkembangan peradaban manusia di suatu daerah.

Keberadaan stadion seringkali mencerminkan kemajuan budaya, sosial, dan ekonomi masyarakat.

Dalam buku berjudul "Blood in The Arena" yang ditulis oleh Alison Futrell, disebutkan bahwa salah satu

peradaban di Roma ditandai dengan dibangunnya Colosseum yang saat itu dijadikan sebagai pusat tontonan untuk masyarakat.

Dalam konteks kekinian, Colosseum adalah semacam stadion, yang dapat difungsikan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat untuk berbagai acara.

Seperti pertandingan olahraga, konser, atau kegiatan keagamaan. Dalam hal ini, keberadaan stadion bisa dijadikan sebagai pusat aktivitas sosial dan budaya.

Keberadaan stadion juga bisa sebagai simbol kemajuan teknologi dan arsitektur.

Karena mencerminkan perkembangan teknik konstruksi, inovasi material, serta kemajuan dalam desain yang memungkinkan efisiensi, estetika, dan kenyamanan bagi ribuan penonton (Sudjono, 2017).

Menurut Richard Giulianotti, penulis buku "Sport a Critical Sociology", stadion berfungsi sebagai ruang dimana identitas dan budaya suatu komunitas dapat diwujudkan.

Dia melanjutkan, bahwa olahraga yang dimainkan di stadion, seperti sepak bola, dapat menjadi sarana untuk meredakan

konflik sosial. Kompetisi olahraga memungkinkan konflik antar kelompok dialihkan ke arena permainan, mengurangi kemungkinan kekerasan di masyarakat. Inilah yang disebut dengan "ritual substitusi".

Jadi, sudah sangat tepat, jika HHP pada periode pertama pemerintahannya menginisiasi untuk membangun stadion.

Dan di periode kedua, stadion tersebut harus bisa dituntaskan, agar kemanfaatannya segera bisa dirasakan masyarakat di Kabupaten Kediri.

Kedua, kami sangat berharap, di periode kedua pemerintahannya, HHP memermak kawasan wisata di Gunung Kelud dan sekitarnya, hingga menjadi destinasi wisata yang lebih "wow" dan lebih mengesankan.

Tuhan sudah memberikan view berupa lanskap kawah Gunung Kelud yang eksotik. Di kawasan tersebut juga dihasilkan Buah Nanas PK-1 yang khas, yang hanya sangat baik berkembang jika ditanam di daerah itu.

Rasanya juga khas, bentuk buahnya juga khas, berbeda dengan Buah Nanas lainnya.

Di sekitar Gunung Kelud, juga ada kawasan wisata yang dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Margomulyo, BUMD-nya Kabupaten Kediri, yakni Taman Agro Margomulyo, yang dulu sempat viral.

Tapi, kini taman yang diisi dengan beragam jenis bunga itu terkesan tidak terawat dengan baik.

Pada suatu kesempatan ketika ngobrol dengan saya, HHP pernah menyampaikan keinginannya untuk merevitalisasi kawasan di Gunung Kelud dan sekitarnya untuk dijadikan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kediri.

Dan ini menurut saya adalah sebuah keniscayaan. Karena, harus diakui, Kabupaten Kediri sejauh ini belum ada satu pun destinasi wisata yang moncer, yang benar-benar menjadi primadona kunjungan para wisatawan.

Momentum keberadaan Bandara Dhoho, harus benar-benar bisa dimanfaatkan. Sebab, jika tidak mampu memanfaatkan momentum, bukan tidak mungkin, jika Kabupaten Kediri hanya akan dilewati saja oleh para wisatawan. Dan ini tidak boleh terjadi.

Harapan ketiga kami, HHP juga memermak kawasan Pare. Kawasan ini menurut saya sudah jadi. Sudah menjadi kawasan yang ramai.

Selain itu juga kawasan yang cukup dinamis. Di sana sudah punya trade mark sebagai "Kampung Inggris" yang terkenal di seluruh Indonesia. Bahkan,

belakangan berkembang menjadi "Kampung Bahasa". Karena tidak hanya menjadi tempatnya kursus Bahasa Inggris saja.

Tapi, juga berkembang menjadi tempat kursus bahasa asing lainnya: Bahasa Arab dan Bahasa Mandarin.

Selanjutnya, tinggal di-permak menjadi lebih tertata, lebih rapi, lebih tersistem, dan lebih ter-orchestrasi menjadi lebih baik.

Selama ini, kawasan Pare dengan kampung Inggrisnya, terkesan hanya diminati dari kalangan menengah ke bawah.

Ini karena dari sisi amenitas (fasilitas pendukung) untuk segmen menengah ke atas di kawasan Pare masih kurang.

Amenitas adalah fasilitas pendukung untuk faktor kenyamanan. Di antaranya adalah hotel, tempat hiburan, dan sarana olahraga.

Ini yang masih kurang dilengkapi dengan baik di kawasan Pare. Kawasan Pare sangat berpotensi menjadi ikon global.

Inilah setidaknya tiga poin yang diharapkan akan menjadi agenda utama bagi pemerintahan HHP untuk direalisasikan pada periode kedua.

Di periode pertama, HHP bikin tagline "Kediri Berbudaya". Tapi, nuansa "budaya"-nya masih kurang terasa massive.

Nah, semoga pada periode kedua, nuansa "budaya" dari tagline "Kediri Berbudaya" benar-benar bisa dapat dirasakan secara massive baik bagi warga di Kabupaten Kediri maupun bagi para wisatawan atau pengunjung yang berada di Kabupaten Kediri. (Kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #hanindhito himawan pramana #jawapos #tahun depan