Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tol (Harapan) Kediri-Tulungagung

Redaksi Radar Kediri • Senin, 11 November 2024 | 16:35 WIB
Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan

JP RADAR KEDIRI-Jika tak ada aral melintang, pembangunan tol Bandara Dhoho, yang menghubungkan Kediri-Tulungagung, akan mulai dikerjakan pertengahan bulan ini.

Pengerjaan proyek tol tersebut direncanakan dimulai dari Kelurahan Semampir hingga Kelurahan Gayam, Mojoroto, untuk ruas Kota Kediri (baca Radar Kediri, 7/11/24)

Semoga rencana tersebut bisa direalisasikan sesuai dengan target yang ditetapkan. Sebab, keberadaan tol itu sangatlah vital bagi interkoneksitas menuju dan dari bandara.

Dulu, sebelum ada tol yang langsung terhubung ke Bandara Juanda di Sidoarjo, banyak masyarakat yang akan ke Bandara Juanda mengeluh, karena lalu-lintas menuju ke Bandara Juanda sering mengalami kemacetan.

Begitu tol yang terhubung langsung ke Bandara Juanda dioperasikan, dan masyarakat yang akan ke Bandara Juanda menjadi lebih cepat dan lebih lancar, langsung berdampak pada meningkatnya jumlah penumpang di bandara tersebut. Bahkan, dalam perkembangannya, Bandara Juanda diperluas terminalnya.

Ruas jalan tol yang terhubung ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), juga ditambah agar lebih lancar.

Pada 1 April 2021, Presiden Joko Widodo meresmikan dua ruas jalan tol sekaligus yang terhubung ke Bandara Soetta, yakni Serpong-Cinere sepanjang 10,2 km, dan ruas Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran, sepanjang 14,2 km.

Jadi, sangatlah penting, ruas jalan tol yang terhubung dengan bandara. Makanya, tol Bandara Dhoho yang nantinya akan menghubungkan dengan daerah-daerah di Mataraman harus direalisasikan, jika ingin Bandara Dhoho ramai, bertumbuh dan berkembang.

Menurut rencana, Tol Kediri-Tulungagung memiliki panjang 44,17 km. Terbagi menjadi dua seksi: seksi 1 adalah akses Tol Bandara Dhoho sepanjang 6,82 km dan seksi 2, yakni main road Kediri-Tulungagung sepanjang 37,35 km, termasuk jalan akses.

Karena tol Bandara ini dibangun oleh PT Gudang Garam (melalui anak usahanya), rasanya tidak ada kendala dari sisi pembiayaan.

Kabarnya, PT Gudang Garam sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 9,92 triliun untuk membangun tol tersebut. Yang menjadi potensi masalah, dalam hal ini adalah pembebasan lahan.

Sejauh ini, proses pembebasan lahan belum ada kendala yang signifikan. Pembayaran ganti rugi telah dilakukan untuk beberapa bidang tanah di Kelurahan Mojoroto.

BPN Kota Kediri telah menjadwalkan pembayaran ganti rugi untuk tiga orang warga dengan nilai mencapai Rp 21,7 miliar. Warga diberi tenggat waktu 30 hari untuk melakukan pengosongan lahan, terhitung sejak 7 Juni 2024.

Sedangkan di Tulungagung, proses pembebasan lahan juga telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Hingga November 2023, progres pembayaran ganti rugi lahan di Kabupaten Tulungagung telah mencapai 50 persen.

Total ganti rugi yang telah dibayarkan mencapai Rp 30,9 miliar untuk 56 bidang tanah di Kelurahan Panggungrejo. Dari total 183 bidang, 98 bidang telah menyetujui pembayaran.

Semoga, ke depan, proses pembebasan lahan untuk tahap selanjutnya lancar. Sebab, proses pembebasan lahan tidak luput dari adanya berbagai problem di lapangan.

Misalnya, beberapa warga ada yang merasa nilai ganti rugi yang ditawarkan masih di bawah harga pasar. Selain itu, proses pemberkasan terkadang memakan waktu lama, terutama untuk kasus-kasus warisan yang memerlukan surat keterangan waris.

Juga masih adanya sejumlah warga yang mengajukan protes dan menuntut nilai ganti rugi yang lebih tinggi. Di sinilah pemerintah harus berperan menjadi penengah, wasit, sekaligus fasilitator bagi proges pembebasan lahan.

Jika kelak tol bandara ini benar-benar kelar dibangun dan dioperasikan, maka selain akan menguntungkan eksistensi Bandara Dhoho, juga sekaligus bisa membawa dampak positif bagi perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat di wilayah Mataraman.

Dari sisi ekonomi, keberadaan tol Kediri-Tulungagung akan meningkatkan konektivitas, mempermudah akses masyarakat menuju ke kawasan Jawa Timur selatan (Mataraman), dan mendukung pergerakan barang dan jasa yang lebih efisien.

Ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya, linier dengan tujuan yang termaktub dalam Perpres 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Keberadaan tol Kediri-Tulungagung, juga akan berdampak pada sektor pariwisata. Akses yang lebih mudah, diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke kawasan wisata di sekitar Kediri dan Tulungagung.

Selain itu, pembangunan infrastruktur biasanya diikuti dengan peningkatan nilai tanah di sekitarnya, yang dapat menguntungkan pemilik lahan.

Dari sisi sosial, masyarakat di sekitar tol kemungkinan akan mengalami perubahan pola hidup, seiring dengan meningkatnya aksesibilitas dan aktivitas ekonomi.

Jadi, betapa pentingnya Tol Kediri-Tulungagung. Betapa strategisnya tol yang terhubung ke Bandara Dhoho itu. Dan betapa beruntungnya warga Kediri dan sekitarnya, ada perusahaan sebesar PT Gudang Garam yang mau bikin tol sepanjang 44 km itu. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #pembangunan tol #bandara dhoho #kediritulungagung #jawa pos