Sebentar lagi 2022 berakhir. Berganti tahun yang diprediksi banyak pihak merupakan tahun penuh tantangan. Mulai edisi hari ini Jawa Pos Radar Kediri akan menurunkan tulisan terkait peluang, tantangan, dan harapan di 2023 dari berbagai pakar. Diawali tulisan Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad.
Resesi, Tahun Politik, dan Eksistensi Bandara
Peluang dan tantangan, hampir selalu kait mengait. Setiap tantangan, jika bisa ditaklukkan, maka akan berbuah menjadi peluang. Setiap peluang, jika akan diambil, pasti ada tantangannya. Ini juga terjadi di setiap kali pergantian tahun. Setiap tahun baru, pasti selalu ada peluang-peluangnya, yang diiringi dengan berbagai tantangan.
Apa tantangan dan peluang di tahun 2023?
Secara Global
Tahun depan agaknya bakal diwarnai dengan berbagai narasi dan peristiwa yang kurang menggembirakan. Banyak pengamat meramalkan, kondisi ekonomi global di tahun 2023 semakin bergejolak, diwarnai dengan ancaman resesi, tingginya inflasi, hingga pengetatan likuiditas.
Bank Dunia bahkan meramal perekonomian global akan menyusut hingga 1,9 persen poin menjadi 0,5 persen pada 2023. Bank Indonesia juga menyatakan bahwa melambatnya ekonomi global, diperkirakan bakal terjadi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Bahkan, probabilitas terjadinya resesi di AS sudah mendekati 60 persen. Pun juga di Eropa. Pemicu utama dari melemahnya kondisi ekonomi AS dan Eropa adalah tingginya harga energi dan bahan makanan, serta kebijakan moneter yang diambil yang semakin mengetat.
Apakah ancaman krisis, resesi dan inflasi di tingkat global itu bakal berpengaruh terhadap Indonesia? IMF dalam laporannya (11/10/2022) menyebutkan, negara-negara maju yang berpotensi terkena resesi (seperti AS dan negara-negara di Eropa), menyumbang sekitar sepertiga dari ekonomi global. Sehingga, dampaknya diperkirkan bakal meluas.
Apakah Indonesia bakal terkena dampaknya? Sejumlah pakar dan pengamat ekonomi di tanah air mengatakan, bahwa Indonesia akan lebih resilient (kemampuan untuk bangkit dan pulih ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan) terhadap dampak resesi global tersebut. Sebab, ketergantungan Indonesia terhadap perdagangan internasional relatif kecil. Selain itu, Indonesia juga memiliki bantalan ekonomi domestik yang sangat besar. Selama mobilitas di dalam negeri tidak terhambat, walaupun terjadi tekanan global akibat resesi, baik dari perdagangan maupun investasi, maka ekonomi domestik akan tetap bisa menggerakkan roda perekonomian.
Saya lebih memilih percaya dengan pendapat para pengamat dan para pakar ini. Sebab, harapan yang baik, itu sama dengan doa yang baik. Jika kita bisa berharap pada yang baik-baik dan berbau optimis, mengapa harus berbicara hal-hal yang tidak baik dan berbau pesimis?
Jika tantangan secara global adalah ancaman krisis, resesi dan inflasi, maka apa kira-kira peluang yang bisa diambil dari berbagai fenomena tersebut? Masih menurut sejumlah pengamat dan pakar, dalam situasi krisis global, Indonesia bisa mengambil peluang dengan semakin memperbanyak ekspornya. Tapi harus disertai dengan upaya melakukan diversifikasi negara tujuan ekspor. Selain itu juga harus meningkatkan investasi. Mumpung berbagai indikator ekonomi di Indonesia masih relatif baik. Sebab, yang bisa menolong perekonomian ke depan, salah satunya adalah investasi.
Di Indonesia
Bagaimana dengan tantangan dan peluang di Indonesia di tahun 2023? Tahun depan, negara ini mulai memasuki tahun politik menghadapi Pemilu, Pilpres dan Pilkada serentak 2024. Mereka yang akan berlaga di kontestasi politik 2024, sudah pasti akan mulai bergerak dan bermanuver di tahun 2023. Apakah gerak dan manuvernya dilakukan sendiri, berkelompok, atau memobilisasi massa. Yang jelas, tahun 2023, kondisi di tanah air diperkirakan sudah mulai hiruk-pikuk.
Apa tantangannya di tengah kondisi seperti ini? Setidaknya ada tiga hal yang perlu diwaspadai setiap kali Indonesia menghelat pesta demokrasi belakangan ini. Yakni, maraknya politik identitas, mis-informasi terkait dengan berita bohong (hoaks), dan ujaran kebencian. Tiga hal ini, sangat rawan memicu terjadinya konflik horizontal. Hal ini belajar dari Pilkada DKI Jakarta pada 2017 dan Pilpres 2019.
Tahun politik yang dimulai 2023, tak hanya rawan dengan tantangan-tantangan. Tapi juga sarat dengan berbagai peluang. Salah satunya, adanya pesta demokrasi, berpeluang besar terjadinya perputaran uang dalam jumlah yang tak sedikit.
Ini berasal dari aktivitas para kontestan yang berlaga di ajang pesta demokrasi 2024. Mereka ada yang mencalonkan menjadi anggota DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kabupaten/Kota. KPU sudah menetapkan ada 17 partai politik yang lolos mengikuti Pemilu 2024. Sudah kebayang, bakal ada ribuan orang yang akan maju menjadi calon anggota legislatif. Mereka pasti akan membelanjakan uangnya untuk keperluan kampanyenya. Dari sini, angkanya diperkirakan bisa mencapai triliunan rupiah.
Belum lagi mereka yang maju dalam Pilkada. Pada 2024, ada 33 provinsi dan 514 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada serentak. Dari sini juga bisa dibayangkan, berapa uang yang akan berputar, jika masing-masing calon kepala daerah mulai membelanjakan uangnya untuk keperluan kampanyenya.
Ini lah yang membuat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meyakini, bahwa setiap kali penyelenggaraan Pilkada serentak, akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Kata dia, perputaran uang selama persiapan dan penyelenggaraan Pilkada akan turut mendongkrak perekonomian masyarakat.
Di Kediri Raya
Tahun 2023, Kediri bakal punya bandara. Hampir bisa dipastikan, pesawat akan landing pertama kalinya di bandara itu pada Agustus 2023. Bisa jadi, ditepatkan dengan momen Hari Kemerdekaan RI.
Ini sebuah peluang besar bagi Kediri Raya. Keberadaan bandara di suatu daerah, berfungsi sebagai pintu gerbang perekonomian serta pendorong dan penunjang kegiatan industri dan perdagangan. Apabila dilihat berdasarkan tingkat kesejahteraan di tiap kota atau kabupaten di Jatim, kota atau kabupaten yang terletak di dekat wilayah bandara, cenderung memiliki PDRB per kapita yang melebihi angka rata-rata PDRB per kapita di Jatim. Misalnya Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo.
Dengan adanya bandara baru nanti, Kediri bakal menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di wilayah Jatim bagian selatan (Mataraman). Ada banyak potensi yang terdapat di Jatim bagian Selatan.
Di Kediri ada Gudang Garam yang merupakan industri pengolahan hasil tembakau terbesar di Indonesia. Lalu di Tulungagung, merupakan salah satu pusat pengolahan marmer di Indonesia yang sudah cukup dikenal produk-produknya. Kabupaten Trenggalek, terkenal dengan potensi di sektor perikanan yang cukup besar melalui Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi (PPN Prigi). Juga potensi wisata pantainya: Pantai Damas, Pantai Karanggongso, dan pantai-pantai lain di sekitarnya. Di Blitar ada makam Bung Karno, sang proklamator, yang selama ini banyak dikunjungi para peziarah dan wisatawan.
Begitu kelak ada bandara di Kediri, maka berbagai potensi di Jatim Selatan itu, bakal semakin moncer. Orang-orang dari luar Kediri, dari luar Jatim, bahkan dari luar negeri, akan lebih mudah datang melalui bandara di Kediri.
Pertanyaannya, ketika banyak orang datang melalui bandara Kediri, Kota Kediri dan Kabupaten Kediri, akan dapat apa? Ini lah tantangannya. Kota Kediri dan Kabupaten Kediri menurut saya harus bersinergi, agar bagaimana caranya mereka bisa mendapatkan berkah dari keberadaan bandara. Dalam hal ini, harus bisa menciptakan peluang-peluang investasi. Harus bisa menciptakan berbagai destinasi dan atraksi menarik, agar orang mau mampir dan menginap, lalu menghabiskan uangnya di Kota Kediri maupun di Kabupaten Kediri. Sekali lagi, ini lah tantangannya.
Makanya, tidak ada kata lain selain “bekerja keras dan bekerja cerdas” untuk menaklukkan berbagai tantangan, lalu mengeksekusi setiap peluang yang ada.
Tahun 2023 dalam Astrologi China, adalah tahun Kelinci Air. Karakter dari shio Kelinci melambangkan kesabaran dan keberuntungan. Menurut horoskop China 2023, tahun Kelinci air 2023 akan menjadi waktu yang tepat untuk semua shio dan menjadi tahun yang beruntung bagi sebagian besar mereka.
Jadi, tunggu apa lagi. Jadikan tahun 2023 sebagai tahun keberuntungan dengan melakukan banyak sinergi dan kolaborasi. Selamat Tahun Baru 2023. (*) Editor : Anwar Bahar Basalamah