Jarum jam sudah menunjukkan pukul 23.30. Itu waktunya Boscu merebahkan badan di kasur empuk setelah seharian bekerja. Di kamar berukuran 3x4 meter tersebut sudah menunggu istrinya, Sri. Keduanya selalu tidur bersama di satu ranjang. Suasana malam itu sedikit berbeda dari sebelumnya. Terdengar suara gelodakan di plafon atap kamar mereka. Biyuh… biyuh…
Jam istirahat sepasang suami istri itu terganggu. Boscu dan Sri baru saja hendak memejamkan terganggu dengan suara berisik di plafon kamar.
Sri merasa suara gelodekan itu aneh. Dia bangun dari tempat tidurnya lalu memasang mendengar baik-baik keributan di atap kamar mereka. “Mas, bangun. Apa itu di atap?” tanya Sri kepada Boscu yang mulai terlelap.
Boscu merasa enggan bangkit dari tidurnya. Matanya terbuka sedikit lalu menjawab, suara di atas itu adalah tikus yang sedang berlarian. “Paling tikus” ujar Boscu melanjutkan tidurnya. Sri yang sudah terjaga merasa keributan di plafon kamarnya itu bukan seperti langkah tikus. Jika ada tikus, biasanya akan diikuti dengan suara cit..cit..cit…
Sri semakin yakin jika itu bukan tikus karena suara dari atas plafon itu terus mendesis. Suaranya seperti melata. Karena sang istri meminta Boscu mendengar dengan saksama, dia lantas memasang telinganya menghadap ke atap. Tiba-tiba, Boscu terperanjat dari kasurnya. Dia setuju dengan Sri, suara dari atap itu bukan keributan biasa. “Ambilkan tangga, Sri,” pinta Boscu ke istrinya.
Baca Juga: Kobra Mendesis, Boscu Jadi Lemas
Dengan cepat, Boscu memanjat ke atap untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di plafon kamarnya. Dia begitu terkejut saat mengetahui ada seekor ular berwarna hitam legam dengan panjang 1 meter di sana. Ketika melihat wajah Boscu, ular itu tiba-tiba melebarkan lehernya. Seketika Boscu berteriak, ada kobra di rumahnya.
“Ular kobra Sri. Cepat minta tolong orang lain,” ujar Boscu panik. Suami istri itu ketakutan lalu keluar rumah dengan panik. Warga yang mendengar suara Boscu ikut terbangun. Warga mendekat dan menanyakan yang sedang dialami Boscu dan Sri. Mereka menceritakan di atap kamar ada ular kobra.
Warga lalu melaporkan peristiwa itu ke pemerintah desa (pemdes) kemudian diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk. “Pak tolong, ularnya di atap pak,” rengek Sri kepada petugas damkarmat yang hendak melakukan penyelamatan.
Petugas pun mencari ular tersebut tetapi tidak ditemukan. Sri yang masih berada di luar untuk menghindari ular melihat ada gerak-gerik ular di atap luar rumahnya. “Pak!! Itu ularnya di luar,” teriak Sri sambil menggeret Boscu..
Petugas Damkarmat Kabupaten Nganjuk pun bergegas keluar rumah. Dengan sigap, mereka berhasil mengamankan ular tersebut dan dimasukkan ke dalam karung. “Akhirnya bisa tidur nyenyak sekarang,” ujar Sri yang sedikit masih merasa trauma atas kejadian tersebut. Boscu melanjutkan tidurnya dengan nyenyak setelah ular tersebut berhasil ditangkap petugas Damkarmat Kabupaten Nganjuk.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah