Mengusung tema “Transformasi Model Pembelajaran Menuju Kesiapan Kerja Global”, kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Ruang Rapat Gedung A Lantai 1 Kampus 2 PSDKU Polinema di Kota Kediri.
Kegiatan diikuti oleh dosen dan staf Program Studi D-III Manajemen Informatika serta tamu undangan dari mitra strategis, dunia usaha dan dunia industri, instansi pemerintahan, dan lembaga pendidikan. FGD menjadi wadah untuk membahas perkembangan kebutuhan industri, bertukar pengalaman, serta mencari bentuk kolaborasi yang dapat diterapkan melalui skema Teaching Factory.
Koordinator Program Studi D-III Manajemen Informatika menyampaikan bahwa penerapan TeFa diarahkan untuk membawa standar yang diterapkan perusahaan ke lingkungan kampus.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran secara akademik, tetapi juga dibiasakan dengan standar dan kebutuhan dunia kerja sehingga lebih siap memasuki dunia profesional. Penerapan standar tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa sejak masih berada di lingkungan kampus.
Dalam kegiatan tersebut, hadir dua narasumber dari dunia industri. Narasumber pertama, Ahmad Farhan, S.Kom., M.M., Direktur PT. Nusatama Jaya Sakti menyampaikan materi bertema “Peluang Pasar dan Standardisasi Pengembangan Produk Software dan IoT dalam Ekosistem Teaching Factory”.
Ia menyoroti pentingnya kerja sama antara kampus dan mitra sebagai salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja. Salah satu bentuk yang dapat dikembangkan adalah mitra berperan sebagai provider atau penyedia sistem, sementara kampus dapat menjadi bagian dari tim yang mengelola dan mengembangkan sistem tersebut.
Menurut Ahmad Farhan, pola tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Kampus memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa melalui kebutuhan yang berasal dari industri, sedangkan mitra dapat memperoleh dukungan sumber daya untuk pengelolaan maupun pengembangan sistem.
Kolaborasi semacam ini juga membuka peluang agar kegiatan TeFa tidak berhenti pada pembelajaran, tetapi dapat menghasilkan layanan atau produk yang dapat dimanfaatkan.
Sementara itu, Mohamad Ali Murtadho, S.Kom., M.Kom., Kepala Cabang Jombang PT. Trans Indonesia Superkoridor membawakan materi “Peluang Kerja Sama Industri-Kampus dalam Pengembangan Layanan Network Engineering Berkelanjutan”.
Ia menyampaikan bahwa kerja sama dengan mitra di bidang jaringan dapat dikembangkan melalui penyediaan produk atau sistem IoT dari kampus yang dipadukan dalam bundling atau paket layanan jaringan milik mitra. Skema tersebut membuka peluang bagi kampus untuk tidak hanya berperan sebagai penyedia sumber daya manusia, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat melengkapi layanan yang ditawarkan mitra.
Mohamad Ali Murtadho juga menekankan bahwa pelaksanaan TeFa tidak harus menggunakan skema yang terlalu kaku. Fleksibilitas dalam menentukan bentuk dan mekanisme kerja sama dinilai penting agar kolaborasi dapat segera direalisasikan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mitra. Dengan pendekatan tersebut, kerja sama dapat dimulai dari kebutuhan yang sederhana, lalu dikembangkan secara bertahap sesuai dengan peluang yang tersedia.
Baca Juga: Kemnaker Perkuat Kecocokan Lulusan Kampus dengan Kebutuhan Industri Lewat MagangHub 2026
Melalui FGD tersebut, Program Studi D-III Manajemen Informatika PSDKU Kediri memperoleh masukan mengenai peluang pengembangan kerja sama yang lebih aplikatif. Hasil diskusi diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa, baik melalui pengembangan produk, layanan teknologi informasi, penelitian, maupun kegiatan lainnya.
Kerja sama TeFa diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan proses pembelajaran di kampus. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi kerja, sementara mitra dapat berkolaborasi dalam pengembangan produk dan layanan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, pelaksanaan TeFa diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas kontribusi Program Studi D-III Manajemen Informatika bagi dunia usaha, dunia industri, instansi pemerintah, dan masyarakat.
Editor : Anwar Bahar Basalamah