SURABAYA, JP Raadr Kediri – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII secara resmi memberikan penghargaan kepada sejumlah perguruan tinggi di lingkungan kerjanya melalui ajang "Anugerah Kampus Unggulan Tahun 2026". Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja terbaik perguruan tinggi dalam berbagai bidang strategis pendidikan tinggi sepanjang tahun 2026.
Pemberian penghargaan ini mencakup berbagai kategori, mulai dari kualitas pelaporan, pengelolaan kerja sama, prestasi hibah penelitian dan pengabdian masyarakat, hingga pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Tinggi.
Dalam rilis resminya, LLDIKTI Wilayah VII menekankan bahwa ajang ini bertujuan untuk memotivasi seluruh perguruan tinggi agar terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat inovasi, serta menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan bangsa.
Berikut adalah beberapa kategori utama dan peraih penghargaan Anugerah Kampus Unggulan 2026:
1. Kualitas Pelaporan Terbaik
Untuk kategori ini, penghargaan dibagi berdasarkan bentuk perguruan tinggi. Universitas Merdeka Pasuruan, IKIP PGRI Bojonegoro, Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Akademi Keperawatan Pemkab Ngawi, Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang, serta Akademi Komunitas Teknologi Syarifuddin berhasil menempati peringkat pertama di masing-masing kategori bentuk perguruan tinggi.
2. Pengelolaan Laporan Kerja Sama Terbaik
Pada kategori ini, perguruan tinggi dinilai berdasarkan efektivitas dan manajemen kerja sama yang mereka jalin. Universitas PGRI Madiun, Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang, STIE Indonesia Surabaya, Akademi Kuliner dan Patiseri Ottimmo Internasional, serta Politeknik Ubaya sukses menduduki peringkat pertama.
3. Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Prestasi dalam bidang riset dan pengabdian juga menjadi sorotan. Universitas Muhammadiyah Malang dan STIE Mahardhika unggul dalam pendanaan serta jumlah judul hibah penelitian. Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Surabaya dan STIKES RS Baptis Kediri mencatatkan prestasi serupa untuk program hibah pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga: Lipsus Urgensi Bahasa Prancis di Dunia Pendidikan (2): Lebih Mendesak Penguatan Bahasa Lokal
Untuk kategori program hilirisasi, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berhasil meraih pendanaan terbanyak, sementara Universitas Muhammadiyah Malang memimpin dalam jumlah judul terbanyak. Universitas Kristen Petra juga dinobatkan sebagai penerima hibah hilirisasi.
Pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Tinggi
Dalam pengelolaan program yang ditujukan untuk membantu mahasiswa kurang mampu tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bayuangga berhasil meraih peringkat pertama, diikuti oleh Akademi Kebidanan Aifa Husada di peringkat kedua, dan STKIP PGRI Trenggalek di peringkat ketiga.
LLDIKTI Wilayah VII berharap, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi menjadi batu loncatan bagi perguruan tinggi untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada inovasi.
Editor : Anwar Bahar Basalamah