Ditulis oleh: Sendy Rizki Yoga Pratama, Auliya Halimatus Sa'diyah, Ghani Husni Rohman, Aning Maslikhah Azzamroh, Nina Widya Ningtyas, Amelia Retnosari, Mutfi Alya Febianti, Biwi Zarima Nailovar, Fenny Melianti Christine, Fauziah Lutfiana, M. Roddan Kunhadin, Nadya Anggraini Lausaka, Sintya Karina, Dr. Efa Wahyu Prastyaningtyas, M.Pd, Himaprodi Pendidikan Ekonomi UNP Kediri
KEDIRI, JP Radar Kediri - Himpunan mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mendorong masyarakat Desa Toyoresmi, Kabupaten Kediri, mengolah jagung menjadi produk yang bernilai jual tinggi.
Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan nilai tambah komoditas desa yang selama ini sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 24 - 25 Februari 2026 melalui pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Desa Toyoresmi diketahui memiliki hasil panen jagung yang cukup melimpah. Namun, keterbatasan inovasi pengolahan membuat nilai ekonomi yang diterima masyarakat belum maksimal.
Sebagai langkah awal, pelatihan difokuskan pada pembuatan tortilla chip berbahan dasar jagung. Produk ini dipilih karena proses produksinya relatif sederhana, bahan mudah diperoleh, serta memiliki peluang pasar sangat luas.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak memahami bahwa jagung dapat dikembangkan menjadi produk modern dengan nilai jual lebih tinggi.
Ketua pelaksana kegiatan, Sendy Rizki Yoga Pratama, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari proses pembelajaran yang ditempuh mahasiswa selama perkuliahan, di mana teori kewirausahaan dan pengolahan produk akhirnya dapat diaplikasikan secara langsung di tengah masyarakat.
“Selama kuliah kami tidak hanya mempelajari teori ekonomi dan kewirausahaan saja, tetapi juga dibekali kemampuan analisis usaha dan pengembangan produk. Melalui pelatihan ini, kami ingin membuktikan bahwa ilmu tersebut dapat diterapkan secara langsung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat” ujarnya.
Pelatihan dilaksanakan secara praktik langsung di balai pelatihan Desa Toyoresmi dengan pendampingan mahasiswa. Peserta diajak memahami tahapan pembuatan tortilla chip, mulai dari pengolahan bahan baku, pembuatan adonan, pencetakan, penggorengan, hingga tehnik pengemasan yang menarik dan layak jual.
Selain praktik produksi, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai perhitungan sederhana biaya produksi, strategi penetuan harga, serta menumbuhkan pola pikir kewirausahaan dan keberanian masyarakat untuk memulai usaha rumahan berbasis jagung.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif menunjukkan adanya minat untuk mengembangkan potensi jagung menjadi berbagai produk bernilai tambah yang dapat membantu ekonomi keluarga.
Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Nusantara PGRI Kediri menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat serta mendorong terwujudnya desa yang mandiri dan inovatif berbasis potensi lokal.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah