Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tim Pengabdian FEB UM Dorong Ekonomi Kreatif Desa Gadungan Melalui Inkubasi Batik Motif Tanaman Gadung

Redaksi Radar Kediri • Rabu, 10 Desember 2025 | 18:56 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri — Tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (UM) baru saja merampungkan program pemberdayaan kemitraan yang membawa kabar baik bagi warga Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.

Program berjudul “Inkubasi Home Industry Batik Berbasis Motif Tanaman Gadung” ini ditujukan bagi pengrajin batik di Desa Gadungan yang selama ini kesulitan menemukan solusi untuk mengembangkan produksi batik khas daerahnya. Program ini dirancang untuk membangkitkan kembali semangat membatik sekaligus memperkuat geliat ekonomi kreatif desa.

Potensi budaya yang menjanjikan sebagai identitas daerah, khususnya Desa Gadungan, Kabupaten Kediri, menjadi fokus utama program ini.

“Aktivitas membatik di Desa Gadungan memang mengalami penurunan cukup signifikan,” ujar Titik Sulistyowati, ketua kelompok pengrajin batik di Desa Gadungan.

Photo
Photo

Produksi batik pun semakin terbatas, terutama karena kurangnya inovasi motif serta belum optimalnya pemanfaatan pemasaran digital. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian UM merancang program inkubasi yang terdiri dari empat langkah utama, yaitu: pelatihan teknik membatik, penciptaan motif berbasis tanaman gadung, pendampingan manajemen usaha dan pemasaran digital, serta penguatan branding dengan mengedepankan nilai budaya lokal.

Program ini langsung bergerak cepat melalui sesi pelatihan praktik. Para peserta mendapatkan pendampingan mulai dari membuat sketsa motif hingga memaksimalkan strategi pemasaran digital.

Salah satu bagian paling menarik adalah proses kreatif dalam menciptakan motif baru yang terinspirasi dari tanaman gadung. Tanaman lokal ini memiliki nilai filosofis bagi masyarakat Gadungan, terutama sebagai simbol ketahanan hidup. Upaya ini membuahkan hasil: lahirnya motif batik baru yang segar, unik, serta benar-benar merepresentasikan identitas Desa Gadungan.

Photo
Photo

Tidak berhenti pada proses produksi, para peserta juga dibekali keterampilan berbisnis modern, mulai dari membuat materi promosi yang menarik hingga memasarkan produk melalui berbagai platform digital dan marketplace. Pendampingan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan Batik Gadungan ke pasar yang lebih luas.

Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim UM yang terdiri dari Syahrul Munir, M.Pd. (ketua), Ahmad Fawaiq Suwanan, M.E., dan Riza Yonisa Kurniawan, M.Pd. (anggota). Mereka juga didampingi dua mahasiswa, Dhita Aulia Rahmayanti dan Indra Setyowati, yang berperan dalam pendampingan teknis serta dokumentasi lapangan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, baik dalam sesi pelatihan maupun pendampingan usaha. Mereka menyambut baik kehadiran motif tanaman gadung sebagai identitas visual baru, yang tidak hanya memberikan ciri khas, tetapi juga menguatkan nilai budaya desa.

Photo
Photo

Selain itu, kemampuan warga dalam hal pemasaran digital pun mengalami peningkatan, membuka peluang penjualan yang lebih luas. “Melalui kegiatan ini kami merasa ada semangat baru dan peluang untuk memperbaiki usaha batik,” ujar Ibu Wati, salah satu peserta pelatihan.

Program ini terlaksana berkat dukungan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) beserta Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Negeri Malang (LP2M UM). Tim pengabdian UM menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut, serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

Dengan selesainya program ini, besar harapan agar Desa Gadungan dapat kembali mengembangkan sentra batik yang kuat dan menjadikan Batik Gadungan bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai peluang usaha yang berkelanjutan berbasis inovasi dan identitas lokal.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ekonomi #FEB #universitas malang #batik #PKM