MALANG, JP Radar Kediri – Universitas Brawijaya (UB) menggandeng 13 mitra industri untuk bekerja sama dalam pengembangan hasil riset dan inovasi dari dosen dan mahasiswa. Mereka hadir dalam acara Research and Innovation Day 2025, Jumat (31/10/2025). Kegiatan bertajuk “Wujud Sinergi Akademisi dan Industri dalam Hilirisasi Inovasi” itu digelar di Gedung Auditorium UB.
Selain menampilkan hasil riset dan inovasi dari dosen dan mahasiswa, acara yang dilaksanakan oleh Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST) UB tersebut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.
Banyak industri yang dilibatkan, mulai dari bidang kosmetik, kesehatan, hingga teknologi informasi. Beberapa pengusaha juga hadir, antara lain Emyranza, Founder SMITH; Raisa Andriana dan Titania Fairuskha, Co-Founder Raine Beauty; hingga Dr. Kilala Tilaar, CEO Martha Tilaar Group.
“Pertemuan kampus dengan pelaku industri seperti ini penting agar penelitian dosen dan mahasiswa tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi berubah menjadi inovasi nyata,” ujar Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.
Brian mengatakan, hasil penelitian dosen dan mahasiswa sangat berpotensi untuk dikembangkan dan dihilirisasikan bersama mitra industri. Selain itu, kegiatan kali ini juga efektif menjadi wadah untuk memperkuat jejaring kolaborasi riset dan kewirausahaan berbasis teknologi.
Brian mendorong peran kampus sebagai tempat berkumpulnya sumber daya manusia (SDM) unggul di suatu daerah. Ia melihat hal itu sudah terwujud di UB.
Ke depan, Brian menekankan bahwa UB harus bisa menjadi motor penggerak sebagai kampus yang berdampak bagi masyarakat sekitar.
Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D. Med.Sc. menegaskan pentingnya hilirisasi hasil riset. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari kebijakan inovasi kampus untuk memperkuat peran UB dalam mendukung kemandirian bangsa, khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Tentu harapannya, UB bisa terus memperkuat budaya riset dan inovasi, menjembatani akademisi dan pelaku industri, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” papar Widodo.
Untuk itu, pihaknya juga menghadirkan pameran inovasi dan produk riset dari berbagai unit di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi.
Pameran ini menampilkan hasil penelitian unggulan, prototipe produk, hingga inovasi berbasis teknologi yang siap dihilirisasikan bersama mitra industri.
Editor : Anwar Bahar Basalamah