MALANG, JP Radar Kediri – Universitas Brawijaya (UB) mengikuti konferensi internasional yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (30/10/2025). Forum bertajuk Brawijaya International Conference on Business Administration, Taxation and Tourism (BICBATT) 2025 itu menghadirkan pembicara dari berbagai negara dan universitas ternama.
Dalam konferensi ini, UB diwakili oleh Dr. Nur Imamah, S.AB., M.AB., Ph.D. Sementara pembicara lainnya berasal dari University of Brasília (Brasil), Harvard University (Amerika Serikat), Prince of Songkla University (Thailand), University of Malaya (Malaysia), Nueva Ecija University of Science and Technology (Filipina), dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Menurut Ketua Pelaksana BICBATT 2025, Dr. Astri Warih Anjarwi, forum ini benar-benar menjadi ruang dialog internasional lintas negara dan disiplin, dengan kombinasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi.
“Mereka memiliki kepakaran di bidang bisnis, perpajakan, dan pariwisata,” kata Astri.
Astri mengungkapkan, konferensi ini membahas tiga isu utama yang menjadi fokus Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB, yaitu business, taxation, dan tourism.
Melalui tema tersebut, UB ingin mengangkat peran administrasi publik dan bisnis dalam mendorong tata kelola yang transparan, sistem perpajakan yang adil, serta pariwisata yang berkelanjutan.
Dia menambahkan, diskusi di forum tersebut tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mengarah pada solusi konkret yang dapat memperkuat daya saing dan keberlanjutan ekonomi, baik di tingkat lokal maupun global.
Dalam konferensi yang dibuka oleh Dekan FIA UB, Prof. Dr. Hamidah Nayati, menurut Astri, UB menekankan pentingnya kolaborasi internasional dan keberlanjutan riset lintas bidang yang sejalan dengan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui forum ini, UB juga ingin memperkuat posisinya sebagai universitas riset yang berdaya saing global dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui inovasi, publikasi, serta kerja sama internasional yang produktif.
Astri menambahkan, konferensi ini tidak hanya berhenti pada forum saja. Setelah ini, UB akan menindaklanjuti hasil diskusi dan jaringan kerja sama yang terbentuk dalam bentuk joint research, baik bagi dosen maupun mahasiswa dengan mitra luar negeri.
Harapannya, kolaborasi tersebut dapat menghasilkan publikasi internasional bereputasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga mendukung pencapaian indikator global seperti QS Ranking, serta memperluas jejaring riset UB di tingkat dunia.
“Kami akan segera menindaklanjuti,” kata Astri.
Editor : Anwar Bahar Basalamah