Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Lintas Negara Indonesia-Malaysia (10): Singonegaran Pernah Jadi Ibu Kota Kediri

rekian • Jumat, 6 Juni 2025 | 00:14 WIB

 

KREATIF: Kerajinan dari warga Singonegaran saat penjurian prodamas.
KREATIF: Kerajinan dari warga Singonegaran saat penjurian prodamas.

KEDIRI, JP-Radar Kediri- Runtuhnya Pangjalu (Panjalu) membawa banyak perubahan di wilayah yang diapit dua gunung suci, Kelud dan Wilis. Setelah menjadi bagian kerajaan Tumapel, Ibu Kota Dahanapura ikut bergeser ke Singonegaran.

Bagi masyarakat lokal, nama Singonegaran adalah akronim dari singo (singa) dan jaran (kuda). Seperti yang diungkapkan Ika Santia, warga Singonegaran, menyebut jika nama kelurahannya itu berasal dari Singo dan Jaran sedang bertengkar.      

Baca Juga: Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Lintas Negara Indonesia-Malaysia (9): Panjalu Runtuh Ibu Kota Dahanapura Direlokasi

Penjelasan itu tertanam di benaknya sejak dia masih kanak-kanak. Dan telah menjadi cerita umum di masyarakat setempat. Rektor UNP Kediri Zainal Afandi mengatakan, apa yang dialami Ika sebagai warga Singonegaran adalah hal lumrah. Baginya, itu adalah naluri masyarakat yang ingin mengetahui asal usul daerah tempat tinggalnya. 

Belakangan, dia banyak membaca asal-usul desa yang mulai banyak ditulis oleh pemerintah desa atau kelurahan. “Ada yang mencatat asal usul desanya menggunakan konsep toponimi. Dan ada pula dari mitos atau legenda yang berkembang di desa,” ujarnya.  

Nah, bagi akademisi penjelasannya harus disampaikan secara ilmiah. Biasanya didapat dari penelitian yang panjang. Menurut Zainal, Singonegaran merupakan ibu kota baru Kerajaan Kediri setelah sebelumnya berada di wilayah Pagu sekitarnya. 

Dia menjelaskan nama Singonegaran berkaitan erat dengan nama pusat kerajaan yakni Singosari (Singasari) yang kini berada di Malang. Sama-sama punya unsur Singo (Singa). Untuk memperkuat penjelasan itu, Zainal menyebut, jika ada jejak masa lalu yang kini disimpan di Museum Airlangga. Yakni arca Singa. 

Alasan lain Singonegaran menjadi Ibu Kota baru pada masa Kerajaan Timapel adalah karena Dekat dengan Sungai Brantas. Pada masa itu, Brantas menjadi jalur transportasi. 

Dan Singonegaran dekat dengan Pelabuhan Bandar. “Jadi Kediri punya dua pelabuhan selain Jongbiru juga ada Bandar yang kini jadi Kelurahan Bandar,” tutup Zainal.(bersambung

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kediri #indonesia-malaysia #unp kediri #simposium internasional #Negara Indonesia #kota kediri