Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Keren, Mahasiswa FIA Unisma Juara 1 Lomba Esai Internasional

Redaksi Radar Kediri • Kamis, 29 Mei 2025 | 01:08 WIB
Rizal Haryo Wibisono
Rizal Haryo Wibisono

Prestasi membanggakan diraih Rizal Haryo Wibisono. Mahasiswa semester akhir Fakultas Ilmu Administrasi, program studi Administrasi Publik Universitas Islam Malang (UNISMA) ini berhasil meraih juara pertama di ajang “International Essay Writing Competition 2025”. Kompetisi ini merupakan hasil kerja sama antara UNISMA (Indonesia), National Pingtung University (Taiwan), dan Rajamangala University of Technology (Thailand), serta diikuti oleh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dari kampus-kampus di tiga negara tersebut.

Tema utama kompetisi adalah “Study Abroad”. “Saya merasa tertarik sekaligus tertantang untuk membagikan pengalaman pribadi saya saat mengikuti program pertukaran pelajar selama satu semester di Taiwan,” kata Rizal. Dia lantas memilih subtema “The Advantages and Disadvantages of Studying Abroad”. Sedangkan karya tulisnya yang berhasil mengantarkannya menjadi juara pertama berjudul: “The Odessey of Study Abroad to Create A Better Future of Myself”.

“Kata Odessey saya ambil dari perjalanan panjang yang penuh petualangan dan seringkali penuh tantangan,” lanjut pria kelahiran Kediri itu. Lebih lanjut di menjelaskan, istilah Odessey berasal dari puisi epik Yunani Kuno karya Homer, "The Odyssey". “Ini sebagai metafora dari perjalanan study abroad saya yang penuh tantangan, pembelajaran, dan refleksi mendalam,” ujar mahasiswa 23 tahun ini.

Rizal menceritakan, ketika awal-awal mengikuti lomba, sempat kurang percaya diri. Salah satunya, karena kompetisi ini bertaraf internasional, maka karya tulis harus dibuat dalam Bahasa Inggris. “Saya sempat kesulitan dengan pemilihan diksi dalam Bahasa Inggris yang tepat. Saya merasa ragu dengan tata bahasa Inggris yang saya gunakan,” ceritanya. Apalagi, lanjutnya, mayoritas peserta lain dan dari negara lain berasal dari latar belakang pendidikan Bahasa Inggris. “Alhamdulillah, kepercayaan diri saya muncul kembali setelah diberikan bimbingan dan arahan oleh dosen pembimbing,” katanya.

Ketika diumumkan bahwa namanya menjadi juara pertama, perasaan Rizal sempat bercampur aduk antara percaya, tak percaya dan haru. “Ini menjadi titik balik dalam perjalanan akademik saya. Kemenangan ini saya harapkan dapat membuka lebih banyak pintu untuk pengembangan diri di masa yang akan datang,” tandasnya. “Ini adalah bukti bahwa setiap pengalaman, jika ditulis dengan jujur dan semangat, bisa menggema hingga lintas negara,” imbuhnya. (*)

Editor : Mahfud
#prestasi #unisma malang