KEDIRI, JP Radar Kediri - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata (IIK Bhakta) Kediri semakin unggul. Tahun ini, perguruan tinggi kesehatan terbaik di Kediri itu menambah 11 doktor baru di berbagai bidang ilmu kesehatan.
Salah satunya adalah Dr. drg. Puspa Dila Rohmaniar, M.Kes., yang resmi menyandang gelar Doktor pada Rabu (14/05) Prodi Doktoral (S3) Ilmu Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga Surabaya.
Doktor Dila -sapaannya- lulus setelah menyelesaikan studi selama selama 2 tahun 8 bulan dengan disertasi berjudul “Mekanisme Penyembuhan Soket Pasca Ekstraksi Gigi pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Model Diabetes setelah Pemberian Gel Ekstrak Etanol Biji Alpukat 10 persen (Persea americana Mill)”.
Dalam disertasinya, Doktor Dila menjelaskan latar belakang dari penelitian ini adalah tingginya prevalensi diabetes melitus di Indonesia yang terus meningkat. Dan pada pasien diabetes mellitu terjadi gangguan pada proses penyembuhan.
Sehingga perlu mendapatkan terapi khusus untuk mendukung proses penyembuhan setelah pencabutan gigi. Melalui pemanfaatan limbah biji alpukat yang merupakan salah satu komoditi besar di Kediri, diharapkan dapat menjadi terapi untuk mengatasi masalah penyembuhan setelah pencabutan gigi yang dilakukan pada kondisi diabetes.
Penelitian itu menghasilkan kesimpulan bahwa ekstrak biji alpukat 10 persen dapat memicu proses penyembuhan soket pasca pencabutan gigi. Dan memicu ekspresi protein yang berperan untuk pembentukan sel tulang/osteoblas yaitu RUNX2 atau melalui penurunan proses keradangan.
Selanjutnya, dapat meningkatkan jumlah sel tulang osteoblas. Sehingga bisa meningkatkan luas anyaman tulang yang terbentuk pada tulang bekas pencabutan gigi. Dengan demikian, saat ini IIK Bhakta semakin menunjukkan keunggulannya sebagai perguruan tinggi kesehatan terbaik di Kediri karena memiliki 20 doktor yang ahli di bidangnya.
Terpisah, Rektor IIK Bhakta Prof. Dr. apt. Muhamad Zainuddin bangga dan memberi apresiasi atas dedikasi dosen dalam menyelesaikan studi doktoral yang penuh tantangan.
“Hal ini menjadi bukti bahwa IIK Bhakta tidak hanya menghasilkan tenaga kesehatan terampil namun juga akademisi dan peneliti yang siap memberikan kontribusi besar dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan di Indonesia,” ujar Prof Zainuddin.
Adapun 11 doktor yang dikukuhkan tahun ini dari berbagai latar belakang keilmuan. Antara lain Ilmu Kedokteran Gigi, Ilmu Farmasi, Ilmu Keperawatan, dan Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Kehadiran para doktor baru akan memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kerja sama riset yang lebih luas, baik secara nasional maupun internasional.
“Kami tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang unggul, tetapi juga ingin menjadi pusat pengembangan ilmu dan inovasi di bidang kesehatan. Penambahan jumlah doktor ini adalah aset penting dalam mewujudkan visi tersebut,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah