Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Lintas Negara Indonesia-Malaysia (7): Peran Besar Kediri di Panggung Sejarah Dunia 

rekian • Jumat, 16 Mei 2025 | 05:17 WIB
LINTAS NEGARA: Rektor UNP Kediri Zainal Afandi salam komando dengan perwakilan negara Malaysia saat simposium internasional.
LINTAS NEGARA: Rektor UNP Kediri Zainal Afandi salam komando dengan perwakilan negara Malaysia saat simposium internasional.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Persebaran masyarakat Jawa di berbagai wilayah seperti Malaysia tidak lepas perjalanan panjang Kediri.

Wilayah yang bermetamorfosa dari desa ke kerajaan hingga pemerintahan itu memiliki letak geografis yang subur.

Baca Juga: Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Lintas Negara Indonesia-Malaysia (6): Pengaruh Budaya Material Jawa di Tanah Melayu

Bahkan pada masa silam, Kediri punya pelabuhan yang dipakai sebagai jalur perdagangan rempah ke luar pulau. 

Rektor UNP Kediri Zainal Afandi yang menjadi keynote speaker di acara Simposium Internasional pada Senin (5/5) itu mengatakan jika kesuburan wilayah Kediri tak lepas dari adanya dua gunung yang mengapit.

Baca Juga: Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Budaya Lintas Negara Indonesia-Malaysia (5): Masyarakat Jawa Diklasifikasikan sebagai Melayu

“Dua gunung suci itu Kelud dan Wilis,” ujar Zainal yang juga meneliti tentang Kediri pada abad 15. 

Dua gunung suci itu dibelah oleh bengawan Brantas. Keberadaan sungai itu menjadi alasan kenapa aktivitas masyarakat di Kediri memilih menjalani aktivitas keseharian sebagai agraris.  

Baca Juga: Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Peternakan dan Pertanian : 42 Tahun Fakultas Pertanian Uniska, Jalin Kerja Sama dengan UGM

Dan dari sungai Brantas pula masyarakat Jawa di Kediri bisa terhubung dengan masyarakat dari luar. Dulu, Sungai Brantas menjadi jalur perdagangan ke luar pulau.

Dan Kediri sudah memiliki pelabuhan di Jongbiru. Kini menjadi desa di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. 

Baca Juga: Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Budaya Lintas Negara Indonesia-Malaysia (4): Hijrah ke Negeri Jiran, Tolak Politik Tanam Paksa

Tidak berlebihan jika pada masa silam masyarakat Jawa memanfaatkan Brantas sebagai jalur perdagangan ke luar pulau termasuk Brantas.

Hal ini cocok dengan penjelasan Profesor dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Alice Sabrina Ismail jika pada masa lalu masyarakat Jawa yang mendarat ke Melaka lewat jalur perdagangan. 

Baca Juga: Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Budaya Lintas Negara Indonesia-Malaysia (3): Awal Mula Masyarakat Jawa Mendarat ke Negeri Jiran

Bahkan kesesuaian lainnya adalah terkait dengan aktivitas masyarakat Jawa yang menetap di Malaysia lebih banyak memilih beraktivitas sebagai petani. Kondisi itu memperkuat peran penting Kediri di panggung sejarah. 

Peran besar Kediri itu selalu ada sejak masa kerajaan atau ketika menjadi bagian dari kerjaan lain. Termasuk saat ini yang menjadi pemerintahan dan punya peran penting menumbuhkan ekonomi.

Baca Juga: Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Budaya Lintas Negara Indonesia -Malaysia (2): Masuknya Agama Hindu-Buddha ke Tradisi Kejawen 

Zainal percaya masyarakat Jawa yang mendarat di Malaysia tidak lepas dari keberadaan Kediri yang saat itu menjadi salah satu jalur perdagangan.

Hingga saat ini, jejak-jejak kehidupan di sepanjang sungai Brantas masih cukup terpelihara dengan baik.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kediri #indonesia #lintas negara #indonesia-malaysia #unp kediri #warisan #Zainal Afandi #malaysia #simposium internasional #jawa #perdagangan rempah