Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Lintas Negara Indonesia-Malaysia (6): Pengaruh Budaya Material Jawa di Tanah Melayu

rekian • Rabu, 14 Mei 2025 | 13:57 WIB

 

VERSI WAYANG KULIT: Pak Dogol MAlaysia vs Semar Jawa
VERSI WAYANG KULIT: Pak Dogol MAlaysia vs Semar Jawa

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pengaruh budaya Jawa di Malaysia masih cukup kuat. Terutama di daerah Johor, Selangor, dan Perak.

Di tiga wilayah itu, kita masih bisa menumpai banyak sekali peninggalan budaya Jawa.

Baca Juga: Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Budaya Lintas Negara Indonesia-Malaysia (5): Masyarakat Jawa Diklasifikasikan sebagai Melayu

Meperti dari bangunan rumah, seni pakaian, kerajinan tangan, hingga seni tari. 

Seperti bangunan rumah, Alice Sabrina Ismail, Profesor dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menyebut banyak rumah limas atau rumah joglo ditemukan di tiga wilayah tersebut.

Baca Juga: Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Peternakan dan Pertanian : 42 Tahun Fakultas Pertanian Uniska, Jalin Kerja Sama dengan UGM

“Bukan saja rumah tapi juga pada masjid,” ucap Alice menyebut bentuk bangunannya selalu menggunakan bumbung bertingkat. 

Bumbung bertingkat itu biasanya dikaitkan dengan gunung Semeru.

Baca Juga: Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Budaya Lintas Negara Indonesia-Malaysia (4): Hijrah ke Negeri Jiran, Tolak Politik Tanam Paksa

Bagi Alice, makna yang terdapat pada bumbung bertingkat itu memiliki nilai sufistik. “Itu sama artinya lapisan kerohanian,” lanjut Alice. 

Dia juga tidak menyangkal jika bangunan rumah memiliki makna mendalam yang dimiliki Kejawen.

Baca Juga: Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Budaya Lintas Negara Indonesia-Malaysia (3): Awal Mula Masyarakat Jawa Mendarat ke Negeri Jiran

Ada pengaruh tentang animisme, Hindu-Budha, Islam, dan kebijaksanaan tempat.

Karena itu, seni rumah yang dibangum menjadi cara menghubungkan lingkungan, rohani, dan alam semesta baik secara fisik atau metafisik. 

Baca Juga: Hasil SNBT 2025 Akan Diumumkan Bulan Ini, Tanggal Berapa?

Kemudian untuk seni pakaian, keturunan Jawa di Malaysia kerap mengenakan baju batik.

Baju batik bercorak Jawa itu mereka pakai saat ada acara pengantin atau pernikahan. 

Baca Juga: Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Budaya Lintas Negara Indonesia -Malaysia (2): Masuknya Agama Hindu-Buddha ke Tradisi Kejawen

Kemudian ada produk seni buatan tangan yakni wayang kulit. Ada dua karakter yang dikenal luas masyarakat yakni wayang Purwo dan wayang Melayu.

Yang membedakan dengan wayang Jawa saat ini adalah kisah ceritanya. 

Baca Juga: Jangan Kalah Start, Pantau Persyaratan Dan Prosedur Masuk Sekolah Kedinasan 2025 Di Sini!

Di Jawa, wayang kulit menceritakan tentang kisah-kisah mahabarata.

Sedangkan di Malaysia, ceritanya tentang kehidupan sehari-hari.

Dan yang paling kental adalah menceritakan tentang perilaku kebaikan.

Dan ini lekat dengan falsafah yang ada dalam budaya kejawen. Yakni keseimbangan dengan alam semesta. 

Baca Juga: Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Budaya Lintas Negara Indonesia - Malaysia (1): Jawa Jadi Identitas Bangsa yang Kokoh

Adapun seni tari yang kini berkembang di Malaysia adalah seni tari Kuda Kepang.

Penampilan seni tari yang juga disebut Kuda Lumping atau Jathilan ini digelar pada saat dilakukan ritual.

Baca Juga: UNP Kediri Gelar Simposium Internasional, Wujud Kerja Sama dengan Kampus Malaysia

Berkaitan dengan rohani yang lekat dengan nilai Kejawen.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#budaya #kediri #indonesia #wayang kulit #indonesia-malaysia #unp kediri #selangor #kejawen #malaysia #simposium internasional #jawa #UMT #johor #wayang #perak