Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Simposium Internasional di Kediri, Membincang Warisan Budaya Lintas Negara Indonesia-Malaysia (5): Masyarakat Jawa Diklasifikasikan sebagai Melayu

rekian • Senin, 12 Mei 2025 | 19:01 WIB
MERAWAT TRADISI: Komunitas pecinta keris di Kediri mempertahankan warisan budaya leluhur.
MERAWAT TRADISI: Komunitas pecinta keris di Kediri mempertahankan warisan budaya leluhur.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Masyarakat Jawa hijrah ke Malaysia pada akhir abad 17 telah berkembang pesat di beberapa wilayah seperti Johor, Perak, Selangor, dan Melaka.

Karena populasinya terus berkembang, pada 1963, semua orang Jawa di Negeri Jiran itu diklasifikasikan sebagai Melayu.

Alice Sabrina Ismail, Profesor dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menyebut keberadaan mereka secara resmi menjadi Melayu. Alasannya karena banyaknya masyarakat Jawa beragama Islam.

Adanya kesamaan agama itulah yang kemudian memperkuat jika orang Jawa di sana adalah Melayu.

“Diresmikan secara official berasimilasi di bawah perlembagaan perkara 160,” ujar Alice yang didapuk sebagai keynote speaker dalam Simposium Internasional yang digelar UNP Kediri pada Senin (5/5) lalu.

Karena terjadi asimilasi yang sangat kuat membuat masyarakat Jawa lebih mengenal diri mereka sebagai Melayu. Bukan lagi Jawa. Kenapa identitas Jawa itu sekarangs terkikis?

Ada banyak penyebab. Pertama faktor pendidikan. Alice menyebut, lewat pendidikan Melayu dan sekolah Islam membuat masyarakat Jawa ini melebur dengan Melayu.

Kemudian adanya pengukuhan budaya Jawa. Ini terjadi di masyarakat Johor dan Selangor. Pengukuhan budaya yang dilakukan itu seperti perayaan dan persembahan tarian. Adanya pengukuhan itu membuat masyarakat Jawa mes

Yang tidak kalah penting adalah banyaknya keturunan Jawa kini menjadi elit politik di Malaysia, Bahkan tokoh agama hingga menguasai sektor ekonomi.

Semua keturunan Jawa yang saat ini masih bertahan di Malaysia menganggap mereka asli sebagai Melayu.

Karena itu, keturunan Jawa di Malaysia saat ini tidak menyadari jika sedang menjalankan tradisi kejawen yang asal mulanya dari Jawa.

Tradisi kejawen yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari pada masyarakat Malaysia adalah selamatan.

“Ada juga yang puasa mutih,” ujar Alice sambil menjelaskan hanya memperbolehkan mengonsumsi nasi putih dan air putih saja.

Selain aktivitas itu, masih ada banyak termasuk juga melakukan tirakat. Semua tradisi itu masih terjaga dengan baik di masyarakat Jawa Indonesia hingga saat ini.(bersambung)

 

Editor : rekian
#budaya #kediri #lintas negara #asimilasi #indonesia-malaysia #unp kediri #kejawen #melayu #jawa #johor