KEDIRI, JP Radar Kediri- Budaya Jawa memang bukan yang tertua di dunia. Tetapi menjadi sistem budaya yang penting dan kuno di Asia Tenggara.
Profesor dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Alice Sabrina Ismail, menyebut jika evolusi perkembangan budaya Jawa sudah ada sejak prasejarah dan awal Austronesia pada 2000 SM.
Alice yang menjadi salah satu keynote speaker di acara simposium internasional yang diselenggarakan UNP Kediri di Hotel Grand Surya itu mengaku tertarik dengan budaya Jawa.
Dia menyebut ada banyak keunikan yang perlu terus digali dan dirawat. Salah satunya adalah falsafah yang sangat mendalam.
Memliki falsafah yang kuat dan mengakar telah menjadikan budaya Jawa sebagai identitas kokoh bangsa Indonesia.
“Falsafahnya tidak hanya untuk sesama manusia. Tetapi juga berkaitan dengan alam dan Tuhan,” ujar Alice saat menjadi keynote speaker pada Senin (5/4) lalu.
Nilai-nilai tersebut menurutnya unik. Karena bisa mengajarkan tentang keseimbangan.
Dan yang paling menarik adalah evolusi budaya Jawa dari masa ke masa yang mencerminkan tradisi masyarakat Jawa sekarang. Menurutnya, perkembangan masyarakat Jawa tidak lepas dari banyak pengaruh dari luar.
Dia menyebut awal mula munculnya budaya Jawa itu terjadi sejak masa prasejarah dan awal austronesia 2000 SM.
Pada masa itu kepercayaan masih animistik dan masyarakatnya lebih banyak bergerak di bidang pertanian.
Kemudian pada abad ke 1-13 Masehi, budaya Jawa mulai dipengaruhi oleh Hindu-Budha. Pengaruh budaya luar itu masuk lewat jalur perdagangan.
“Ada tiga sumbangan budaya Jawa. Yaitu bahasa dan kesusastraan, nilai budaya, serta falsafah dan kerohanian,” ujar Alice.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian