Puisi: Honey Syahida Br. Saragih & Silva

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 20:16 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 Dia

(Honey Syahida Br. Saragih)

dia menanam kata

di tanah yang kering

dan kata-kata itu tumbuh

menjadi hujan

dia tidak pernah berteriak

tapi guntur ada di matanya

dia tidak pernah pindah

tapi dunia bergeser

karenanya

Ilustrasi
Ilustrasi

Bertahan

(Honey Syahida Br. Saragih)

di dadanya ada laut

yang tak pernah surut

setiap malam ia menjahit

langit yang robek

dengan benang-benang mimpi

yang tak pernah putus

ia hanya duduk

tapi angin berhenti

untuk mendengarnya

Ilustrasi
Ilustrasi

 IBU (Bukan Pelita)

(Silva)

Aku muak dengan pelita.

Aku muak dengan taman dan teduh.

Kau bukan itu.

Kau adalah badai yang kuhadapi,

Keringat yang membanjiri ubanmu,

Tangan yang babak belur menghajar kehidupan.

Kau mengajarkanku berdarah,

Bukan hanya bernafas.

Kau mengajarkanku bertahan,

Saat semua pintu tertutup rapat.

Ibu,

Aku tidak memujamu.

Aku hanya mengakui:

Dari rahimmu, aku lahir jadi pejuang.

Ilustrasi
Ilustrasi

KEPADA-MU, YANG USANG

(Silva)

Kulihat kau sekarang.

Rapuh. Gemetar.

Jauh dari gadis yang dulu kukenal dalam foto usang.

Tapi jangan kau pikir aku kasihan.

Aku bangga.

Setiap kerut di wajahmu adalah luka perang,

Setiap tulang yang menonjol adalah senjata.Kau bukan wanita lemah.

Kau adalah benteng yang retak,

Tapi tak pernah roboh.

Biarkan aku sekarang yang menggenggam tanganmu.

Biar dunia tahu:

Aku adalah anak dari perempuan yang tak pernah menyerah.

Biodata Penulis

Penulis puisi
Penulis puisi

Honey Syahida Br. Saragih lahir di Medan, 12 Oktober 2005. Saat ini ia merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Medan. Ketertarikannya terhadap bahasa dan sastra membuatnya senang menuangkan berbagai pengalaman, perasaan, dan pengamatan ke dalam tulisan. Melalui karya sastra, ia berusaha menghadirkan cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Media sosialnya dapat dijumpai melalui Intagram:@honeyysyahida.

Penulis puisi
Penulis puisi

Silva, gadis ini lahir di Aceh Tenggara 08 Mei 2005 zodiak taurus, merupakan mahasiswa

perguruan tinggi yang berasal dari, Sumatera Utara. Memiliki kepribadian yang ceria dan jiwa ekstrovert kalau sudah dekat dengannya, kalau belum dekat dia sangat pendiam serta kerap menghasilkan karya tulis berupa cerita. Minatnya tertuju pada membaca cerita romance dan mendengarkan musik, Sebagai pencinta warna pink, ia memaknai hidup dalam perpaduan warna tersebut layaknya semangat dan keceriaan. Media sosialnya dapat dijumpai melalui Instagram:@Silvamunthe.

Editor : Shinta Nurma Ababil
universitas negeri medan mahasiswa puisi sastra