Dia
(Honey Syahida Br. Saragih)
dia menanam kata
di tanah yang kering
dan kata-kata itu tumbuh
menjadi hujan
dia tidak pernah berteriak
tapi guntur ada di matanya
dia tidak pernah pindah
tapi dunia bergeser
karenanya
Bertahan
(Honey Syahida Br. Saragih)
di dadanya ada laut
yang tak pernah surut
setiap malam ia menjahit
langit yang robek
dengan benang-benang mimpi
yang tak pernah putus
ia hanya duduk
tapi angin berhenti
untuk mendengarnya
IBU (Bukan Pelita)
(Silva)
Aku muak dengan pelita.
Aku muak dengan taman dan teduh.
Kau bukan itu.
Kau adalah badai yang kuhadapi,
Keringat yang membanjiri ubanmu,
Tangan yang babak belur menghajar kehidupan.
Kau mengajarkanku berdarah,
Bukan hanya bernafas.
Kau mengajarkanku bertahan,
Saat semua pintu tertutup rapat.
Ibu,
Aku tidak memujamu.
Aku hanya mengakui:
Dari rahimmu, aku lahir jadi pejuang.
KEPADA-MU, YANG USANG
(Silva)
Kulihat kau sekarang.
Rapuh. Gemetar.
Jauh dari gadis yang dulu kukenal dalam foto usang.
Tapi jangan kau pikir aku kasihan.
Aku bangga.
Setiap kerut di wajahmu adalah luka perang,
Setiap tulang yang menonjol adalah senjata.Kau bukan wanita lemah.
Kau adalah benteng yang retak,
Tapi tak pernah roboh.
Biarkan aku sekarang yang menggenggam tanganmu.
Biar dunia tahu:
Aku adalah anak dari perempuan yang tak pernah menyerah.
Biodata Penulis
Honey Syahida Br. Saragih lahir di Medan, 12 Oktober 2005. Saat ini ia merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Medan. Ketertarikannya terhadap bahasa dan sastra membuatnya senang menuangkan berbagai pengalaman, perasaan, dan pengamatan ke dalam tulisan. Melalui karya sastra, ia berusaha menghadirkan cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Media sosialnya dapat dijumpai melalui Intagram:@honeyysyahida.
Silva, gadis ini lahir di Aceh Tenggara 08 Mei 2005 zodiak taurus, merupakan mahasiswa
perguruan tinggi yang berasal dari, Sumatera Utara. Memiliki kepribadian yang ceria dan jiwa ekstrovert kalau sudah dekat dengannya, kalau belum dekat dia sangat pendiam serta kerap menghasilkan karya tulis berupa cerita. Minatnya tertuju pada membaca cerita romance dan mendengarkan musik, Sebagai pencinta warna pink, ia memaknai hidup dalam perpaduan warna tersebut layaknya semangat dan keceriaan. Media sosialnya dapat dijumpai melalui Instagram:@Silvamunthe.
Editor : Shinta Nurma Ababil