Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Studi Internasional Bukan Sekadar Luar Negeri: Implikasinya terhadap Tata Kelola Domestik

Redaksi Radar Kediri • Jumat, 18 April 2025 | 15:30 WIB
Oleh: Muthi
Oleh: Muthi

Ketika orang mendengar kata "studi internasional", hal pertama yang terlintas di benak mereka adalah hal-hal tentang diplomasi, hubungan antarnegara, perang, dan organisasi global seperti Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Seringkali, bidang ini dianggap eksklusif untuk diplomat, politisi luar negeri, dan akademisi yang berfokus pada hubungan global. Namun, studi internasional sebenarnya mencakup lebih dari sekedar "dunia luar".

Sebenarnya, ia memiliki dampak yang signifikan terhadap tata kelola domestik, atau cara sebuah negara mengelola urusan dalam negerinya di tengah perkembangan globalisasi.

Saat kita hidup di era di mana semua orang berinteraksi satu sama lain di seluruh dunia, batas yang membedakan antara hal-hal domestik dan internasional semakin tidak jelas. Dalam sekejap mata, keadaan di dalam negeri dapat dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi di tempat lain.

Contohnya, konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina bukan hanya masalah internasional; itu juga memengaruhi inflasi pangan, biaya logistik global, dan harga energi di Indonesia. Pembuat kebijakan dalam negeri akan sulit menanggapi perubahan cepat dan tepat jika mereka tidak memahami konteks global.

Demikian pula, karena semuanya adalah masalah internasional yang membutuhkan persiapan domestik, seperti krisis keuangan global, pandemi, perubahan iklim, atau kejahatan siber.

Studi internasional memberikan kerangka konseptual dan analisis yang diperlukan untuk memahami hubungan ini.

Misalnya, negara-negara yang dapat bekerja sama secara internasional dengan baik, memahami distribusi vaksin di seluruh dunia, dan memahami tren kebijakan kesehatan global telah terbukti lebih tangguh dalam menghadapi COVID-19.

Studi internasional tidak hanya membantu kita memahami dunia luar, tetapi juga menjadi alat penting untuk melakukan perbandingan kebijakan publik.

Negara-negara dapat mengambil pelajaran dari praktik terbaik (best practices) yang berhasil diterapkan di negara lain, dan kemudian menyesuaikannya dengan konteks lokal mereka sendiri.

Misalnya, transformasi digital di Estonia atau pendekatan pendidikan Finlandia dapat menjadi inspirasi untuk reformasi kebijakan domestik Indonesia, asalkan disesuaikan dengan karakteristik sosial, politik, dan ekonomi negara tersebut.

Selain itu, studi ini meningkatkan kemampuan berpikir kritis tentang dunia secara keseluruhan dan tempat Indonesia di dalamnya.

Kita dapat membuat kebijakan domestik dan internasional yang saling menguatkan, bukan saling bertabrakan, dengan memahami arsitektur politik dan ekonomi global.

Dalam hal ini, studi internasional membantu memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional dan membangun kebijakan domestik berdasarkan pemahaman yang luas tentang keadaan dunia.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita tidak lagi menganggap studi internasional sebagai bidang elit atau eksklusif. Ini adalah studi strategis yang seharusnya dimasukkan dalam proses pengambilan keputusan nasional. Kemampuan untuk melihat dunia adalah penting untuk memahami rumah sendiri di dunia modern yang saling terhubung.

Dunia global sudah dekat dengan kita, dan kita harus mempersiapkannya, dimulai dengan kebijakan domestik yang cerdas dan berpengetahuan internasional.

Studi internasional juga mendorong perspektif multikultural dan toleransi dalam kebijakan domestik. Pemahaman tentang sistem politik, budaya, dan nilai-nilai dari berbagai belahan dunia membantu para politikus menggunakan pendekatan yang lebih inklusif dan sensitif terhadap keragaman dalam masyarakat yang semakin majemuk.

Misalnya, Indonesia, yang juga merupakan negara dengan keragaman budaya, agama, dan suku bangsa yang luar biasa, dapat belajar banyak dari pengalaman negara-negara Skandinavia dalam mengelola keberagaman etnis dan imigran. Oleh karena itu, studi internasional juga membantu meningkatkan kohesi sosial di tingkat domestik melalui kebijakan yang mendukung keadilan dan inklusi.

Terakhir, penting untuk menanamkan pemahaman bahwa studi internasional bukan hanya relevan bagi elit pemerintahan atau akademisi, tetapi juga bagi generasi muda dan masyarakat luas. Dalam dunia kerja, bisnis, media, hingga komunitas lokal, kesadaran terhadap isu-isu global akan memperkuat daya saing individu maupun kolektif.

Pendidikan yang memperkenalkan perspektif global sejak dini akan melahirkan warga negara yang lebih kritis, adaptif, dan siap bersaing di tingkat internasional tanpa kehilangan akar lokalnya.

Dengan membumikan studi internasional ke dalam konteks keseharian dan kebutuhan nyata masyarakat, kita membuka jalan bagi tata kelola domestik yang lebih cerdas, terbuka, dan berorientasi pada masa depan.

Dan juga penting untuk memahami bahwa studi internasional penting bagi generasi muda dan masyarakat luas, bukan hanya para pemimpin akademisi dan pemerintah.

Pendidikan yang menanamkan perspektif global sejak dini akan menghasilkan warga negara yang lebih cerdas, fleksibel, dan siap bersaing di tingkat internasional tanpa kehilangan akar budaya mereka.

Kita membuka jalan untuk tata kelola domestik yang lebih cerdas, terbuka, dan berorientasi pada masa depan dengan memasukkan studi internasional ke dalam konteks kehidupan sehari-hari dan kebutuhan nyata masyarakat. (Penulis adalah Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#studi internasional #pendidikan #Perserikat Bangsa-Bangsa #luar negeri #studi