SEGO TUMPANG
Siti Branding

Siti Branding

Entah mengapa Yu Siti belakangan sering ke-GR-an alias kegeden rumangsa. Ia merasa namanya banyak disebut-sebut orang. Nggak gemen-gemen, yang nyebut-nyebut itu kelasnya pejabat. Orang pangkat. Orang kantoran. Juga orang-orang pinter.   Makanya, tiap kali antre sego tumpang di warung Mbok

SEGO TUMPANG
Pak Guru Ngelu

Pak Guru Ngelu

Syawalan sudah genap seminggu. Setelah kemput salim-saliman, sekarang waktunya kupatan. Bagi Dulgembul, momentum seperti ini paling asyik kalau ke Durenan, Trenggalek. Ikut riyaya kupat yang jatuh kemarin. Mau ndayoh ke mana saja selalu ada hidangan ketupat plus opor ayam. Lengkap dengan aneka

SEGO TUMPANG
Perda Khawashul Khawash

Perda Khawashul Khawash

Ramadan menjelang akhir begini masih saja ada gegeran-nya. Bukan lagi soal daging sapi –karena orang sudah nggak patheken gara-gara harganya yang tak kunjung turun hingga menjelang Lebaran. Tapi, soal rebutan hormat. Soal siapa yang harus menghormati siapa. Dan, sayangnya, itu hanya soal

SEGO TUMPANG
Hormat Puasa

Hormat Puasa

Poso kali ini, daging sapi benar-benar terasa alot. Menggigitnya susah sekali. Cuma gayel-gayel di gigi. Dicokot ngalor, dagingnya mencolot ngidul. Dicokot ngidul, ganti mencolot ngalor. Akhirnya, daripada bikin gigi protol, paling-paling diambusi. Setidaknya, biar menyantap sego tumpang untuk