Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal
Pembunuhan Budi Hartanto

Korek Pelaku, Senjata Mutilasi Budi Belum Ketemu

15 April 2019, 17: 55: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuh budi

Pembunuhan Budi Hartanto

KEDIRI KOTA – Ada fakta menarik yang disampaikan dua pelaku mutilasi terhadap Budi Hartanto, 28. Kedua pelaku itu, Azis Prakoso dan Aris Sugianto, melakukan mutilasi karena agar memudahkan dalam membawa tubuh korban. Sebab, tubuh pemuda asal Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, itu tak muat dimasukkan dalam koper hitam.

Karena tak bisa memasukkan seluruh bagian tubuh korban ke dalam koper itulah akhirnya memantik ide lebih keji lagi. Dua pelaku itu memutilasi kepala korbannya. Kemudian dimasukkan ke wadah yang lain.

Namun, polisi tidak begitu saja percaya pada keterangan para pelaku itu. Penyidik masih mendalami keterangan keduanya. Sekaligus untuk mendapatkan motif yang sebenarnya dari aksi pembunuhan keji itu.

“Masih dalam penyelidikan (untuk) mendalam dari fakta di lapangan,” aku Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi kemarin.

Selain mencari dan mendalami keterangan para tersangka itu, polisi juga terus melakukan upaya lain. Yaitu mencari barang-barang milik korban yang belum ditemukan.

pembunuh budi aris azis

SEPI: Rumah Azis Prakoso, salah seorang tersangka mutilasi, di Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo, tampak lengang. Azis dan Aris (foto kiri). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Hingga saat ini barang milik korban yang ketemua baru motor Honda Scoopy tanpa nopol yang ditemukan di rumah Aris di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Sedangkan handphone , laptop, dan uang milik Budi belum diketahui rimbanya.

Beberapa lokasi telah disisir polisi. Mulai dari rumah pelaku Azis di Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Juga di rumah yang menjadi warung milik Aris di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Di warung ini proses pembunuhan dan mutilasi terjadi.

Selain mencari barang milik korban, polisi juga belum menemukan senjata yang digunakan pelaku untuk menghabisi Budi. Ada dugaan, senjata itu berupa celurit atau sejenisnya. “Terus dilakukan pengembangan dan pencarian,” kilah Barung.

Saat ini Aris dan Aziz ditahan di Polda Jatim. Keduanya tertangkap tepat delapan hari usai penemuan mayat guru honorer di SDN Banjarmlati 2 itu. Tersangka Aris ditangkap di Jakarta pada Kamis (11/4) malam. Sementara Azis diamankan di rumahnya pada hari yang sama.

Keduanya mengaku telah membunuh Budi dan memutilasinya. Setelah memutilasi bagian kepala Budi, keduanya bersama-sama membuang kepala dan tas koper yang berisikan tubuh Budi Hartanto di tempat yang berbeda.

Potongan kepala Budi ditemukan tersangkut di bambu-bambu di aliras Sungai Gladak, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, pada Jumat (12/4) pagi. Setelah menemukan potongan kepala tersebut. Aziz langsung dibawa ke Polda Jatim untuk dimintai keterangan. Malamnya sekitar 20.00 WIB, tersangka kedua, Aris menginjakkan kakinya menyusul Aziz di Polda Jatim.

Petugas juga terpaksa menembak betis kiri kedua pelaku karena saat dilakukan penangkapan, keduanya hendak melarikan diri. Kini keduanya masih diamankan di ruang tahanan sementara di Polda Jatim untuk dilakukan penyidikan tentang kasus ini.

Fakta-Fakta Kasus Mutilasi

1.     Kedua pelaku mengenal Budi karena mereka tergabung ke dalam satu komunitas.

2.     Dugaan kasus pembunuhan karena permasalahan asmara. Antara pelaku dan korbannya cekcok. Setelah itu nasib Budi berakhir dengan dibunuh dan dimutilasi

3.     Kedua pelaku sudah saling mengenal sejak usia anak-anak. Mereka pernah bertetangga. Kemudian keluarga Aris pindah ke Blitar.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia