Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Empat TPS Rawan Money Politics

Bawaslu Nganjuk Patroli Lakukan Pencegahan

13 April 2019, 11: 47: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

Uang

PERANGI POLITIK UANG: Anggota Bawaslu Nganjuk Divisi Penanganan Pelanggaran Fina Lutfiana Rahmawati membagikan stiker menolak politik uang di Jl Dr Sutomo, Kota Nganjuk, kemarin. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

NGANJUK–Empat tempat pemungutan suara (TPS) yang jadi perhatian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nganjuk. Pasalnya, empat titik itu dianggap rawan terjadi money politics. Untuk mencegahnya, bawaslu meminta masyarakat aktif melaporkan jika ada temuan.

          Anggota Bawaslu Nganjuk Divisi Penanganan Pelanggaran Fina Lutfiana Rahmawati mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi potensi kerawanan praktik politik uang di pemilu nanti. Dari total 3.658 TPS di 20 kecamatan, ada empat TPS yang dianggap paling rawan. “Semuanya di Kecamatan Loceret,” ujar Fina kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Indikasinya, menurut Fina, merujuk pada praktik money politics yang terjadi di kecamatan tersebut. Adapun indikasi lain, Bawaslu Nganjuk berpegang pada hasil survei politik uang yang dilakukan Bawaslu RI beberapa bulan lalu.

          Meski hanya empat TPS yang rawan, Fina mengatakan, bukan berarti ribuan TPS di kecamatan lain sudah aman. Karenanya, bawaslu dibantun panitia pengawas kecamatan (panwascam) tetap melakukan pengawasan di masing-masing desa dan TPS. “Semua TPS harus tetap diawasi,” ungkap perempuan asal Desa/Kecamatan Loceret ini.

           Untuk mengawali langkah tersebut, kemarin Bawaslu menggelar patroli money politics bersama Polres Nganjuk. Ada tiga titik yang menjadi sasaran. Yakni, di sekitar RSUD Nganjuk, Alun-Alun Nganjuk dan Jl A. Yani. “Hari ini (kemarin, Red) serentak di seluruh kabupaten,” terangnya.

          Dalam patroli tersebut, selain berdialog dengan warga, pihaknya juga memberikan imbauan melalui stiker dan selebaran. “Kami harapkan masyarakat menolak politik uang,” terang perempuan yang sebelumnya dosen di Institut Agama Islam (IAI) Pangeran Diponegoro Nganjuk ini.

          Selain mau menolak, Fina juga berharap masyarakat tidak perlu khawatir untuk melaporkan ke bawaslu jika ada temuan. Pasalnya, dari hasil survei, rata-rata mereka takut melaporkan ke pihak yang berwenang meskipun melihat langsung praktik tersebut.

          Anggota Bawaslu Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Faturrahman Syafi’i menambahkan, pihaknya sudah banyak melalukan pencegahan terhadap indikasi praktik money politics di pemilu. Di Kecamatan Ngluyu, misalnya, Bawaslu memindah TPS yang berdekatan dengan rumah salah satu calon legislatif (caleg). “Karena lokasi (TPS) berada persis di belakang rumah caleg,” tandasnya.

          Sedangkan di Kecamatan Tanjunganom, pihaknya juga mengingatkan tim sukses (timses) yang melakukan pendataan nama dan nomor induk kependudukan (NIK). Meski pendataan tersebut belum dipastikan untuk kepentingan praktik politik uang, Bawaslu perlu melalukan pencegahan. “Kami cegah lebih dulu,” tegas pria asal Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia