Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Mulai Surut, Tanggul Jebol di Pandansari Ditambal

13 April 2019, 08: 31: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

banjir purwoasri

SIGAP: Petugas dari BBWS menutup tanggul sungai dengan karung pasir dan sesek. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN – Siswa-siswi SD Negeri Pandansari 1  pergi bersekolah dengan dandanan agak berbeda. Berseragam lengkap, tapi kebanyakan mengenakan sandal. Bukan sepatu. Mengantisipasi masih beceknya kondisi sekolah mereka setelah tergenang air sejak sehari sebelumnya.

Dan memang, kondisi sekolah masih becek. Genangan-genangan air masih ada di beberapa tempat. Meskipun secara umum sudah mulai surut. Setidaknya bila dibandingkan Rabu (10/4) lalu. Saat halaman sekolah tergenang banjir hingga setinggi hampir setengah meter.

Siang itu (11/4) beberapa lokasi memang masih tergenang air. Seperti di lapangan sekolah misalnya. Tempat yang biasa digunakan untuk berolahraga itu kemarin masih seperti danau. Tergenang air. Akibatnya, siswa yang jadwalnya pelajaran olahraga menjadi ditiadakan. Berganti dengan kegiatan bersih-bersih ruang kelas.

banjir sekolah

CERIA: Anak-anak bermain di genangan. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

“Nanti siang airnya akan surut sendiri,” kata Weny, guru kelas 2 di sekolah tersebut.

Masih adanya genangan air justru dimanfaatkan sebagian siswa untuk bersenang-senang. Seperti yang dilakukan serombongan siswa berpakaian putih merah misalnya. Mereka justru melewati genangan air sembari bersenda-gurau. Demikian pula sebagian siswa berpakaian olahraga. Mereka memanfaatkan lapangan tergenang untuk bermain sepak bola air.

Weny menambahkan, meskipun sering terkena banjir namun peristiwa Rabu itu baru pertama kali. Banjirnya relatif besar karena ada tanggul yang jebol. Sedangkan banjir-banjir sebelumnya airnya cepat sekali surut.

Buyanti, 47, warga Dusun/Desa Pandansari, Purwoasri, juga mengatakan hal yang sama. Bahkan, pedagang lontong sayur ini sempat khawatir dapur rumahnya yang hanya berlantai tanah akan rusak jika banjir seperti kemarin. “Tadi subuh sekitar pukul lima air mulai surut,” terang Buyanti.

Diberitakan sebelumnya, Dusun Pandansari diterjang banjir pada Rabu lalu. Selain karena hujan yang turun semalaman, air juga datang dari jebolnya sungai tersier Kali Konto.

Kemarin, terlihat aktivitas penutupan tanggul yang jebol. Lubang yang mengangga itu ditambal karung berisi pasir dan batu. Belasan orang terlihat bekerja membendung air agar berhenti mengali ke area warga.

Menurut Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira, tenaga yang menutup tanggul itu datang dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. “Karena pembagunan kewenangan sana (BBWS Brantas, Red),” terang Randy.

Sementara itu, Kepala Desa Pandansari Mulyanto mengatakan bahwa desanya memang kerap terkena banjir. Hal tersebut karena tanah di desanya lebih rendah dibanding lokasi sekitarnya. Sehingga mudah terkena banjir meski tidak sedang hujan. “Karena di dearah sini sering mendapat kiriman air dari wilayah lain,” terangnya.

Biasanya banjir tersebut tidak berlangsung lama. Kejadian banjir yang terjadi pada rabu kemarin, merupakan banjir paling parah. Membuat sawah warga sekitar 150 hektare ikut terendam air.

Sebelum tanggul sungai tersier Kali Konto itu jebol, hujan memang mengguyur wilayah ini mulai pukul 11.00 WIB. Hujan semakin deras sekitar 02.00 WIB. Akibat debit air yang tinggi, membuat tanggul sungai ikut jebol.

Mengetahui tanggul yang jebol tersebut, warga melakukan penanganan darurat bersama dengan perangkat desa dan juga beberapa intansi. Mereka menggunakan karung pasir dan juga sesek untuk membuat tanggul darurat. Dengan harapan air dapat dibendung sementara.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia