Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Hujan hingga Subuh, Air Genangi Satu Dusun di Purwoasri

Banjir Datang saat Anak-Anak Belajar di SD

11 April 2019, 17: 04: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

bencana banjir purwoasri

JEBOL: Warga Desa Pandansari bergotong royong menutup tanggul sungai yang rusak akibat hujan deras. (BPBD Kabupaten Kediri for radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN - Kemarin pagi (10/4) siswa-siswa SD Negeri 1 Pandansari, Purwoasri mendapati halaman sekolahnya becek. Di beberapa tempat juga ada genangan air. Bagi para murid itu, dan warga sekolah lainnya, hal itu dianggap biasa. Karena pada malam sebelumnya hujan memang turun deras. Bahkan baru berhenti saat subuh.

Namun, di tengah-tengah belajar, konsentrasi mereka terganggu. Air ternyata lebih banyak lagi datangnya. Menggenangi halaman sekolah. Tingginya pun lumayan. Mencapai hampir setengah meter!

“Aktivitas belajar mengajar di SD tersebut pun akhirnya terganggu. Murid-murid diminta untuk belajar di rumah setelah jam istirahat sekitar pukul 10.00 WIB,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira.

RAWAN: Dua guru SDN 1 Pandansari berdiri di halaman sekolah yang tergenang air.  

RAWAN: Dua guru SDN 1 Pandansari berdiri di halaman sekolah yang tergenang air.  

Ya, kemarin sebagian wilayah Desa Pandansari, Purwoasri, memang diterjang banjir. Hampir satu dusun yang tergenang, yaitu Dusun Pandansari. Air mulai menggenang sejak pagi. Penyebabnya adalah luapan air di sungai yang melintas di desa tersebut. Sungai tersier dari aliran Kali Konto tersebut tak mampu menampung bertambahnya debit air. Yang diakibatkan hujan deras pada malam hari hingga menjelang subuh.

Akibat luapan tersebut, beberapa fasilitas umum yang ada di dusun tersebut menjadi tergenang air. Antara lain SDN 1 Pandansari, masjid, dan dua makam umum. Selain itu, luapan air tersebut juga sempat masuk di tiga rumah warga yang ada di sana.

Beruntung bagi SDN 1 Pandansari, luapan air ternyata hanya sampai halaman saja. Tidak sampai masuk ke ruang kelas. Namun, tetap saja hal itu mengganggu proses belajar-mengajar.

Berdasarkan perkiraan tim BPBD yang berada di lokasi, luapan di dua aliran tersebut terjadi pada dini harinya. Hanya saja untuk mencapai sekolah tersebut memang membutuhkan waktu. Karena jarak sekolah dengan sungai mencapai satu kilometer.

“Selain fasilitas umum, lahan pertanian warga juga tergenang luapan air,” imbuh Randy.

Diperkirakan ada sekitar 150 hektare persawahan yang tergenang luapan sungai tersebut. Komoditas pertanian yang terdampak adalah tebu dan padi.

Berdasarkan hasil asesmen BPBD, luapan tersebut diakibatkan oleh hujan deras yang mengguyur. Hujan deras tersebut membuat aliran sungai sebelah utara dan selatan desa tak mampu menampung debit air yang ada. Bahkan tanggul sungai yang berada di utara desa tersebut sampai jebol.

“Kalau tanggul sungai yang ada di selatan desa tidak sampai jebol. Hanya saja sungai tak mampu menampun debit yang tinggi sehingga meluap,”

Lebih lanjut, saat dilakukan asesmen oleh personel BPBD, jebolan tanggul sepanjang sekitar lima meter. Namun dengan derasnya aliran sungai, tanggul itu pun semakin lama semakin terkikis. Alhasil tanggul yang yang jebol tersebut bertambah panjang.

Tanggul yang jebol langsung dibenahi warga, perangkat desa, anggota BPBD, dan juga beberapa instansi lain. Menggunakan karung pasir dan juga sesek (lembaran anyaman bambu) untuk membuat tanggul darurat.

Pihak desa setempat juga mengajukan bantuan untuk penanggulangan tanggul jebol tersebut kepada BPBD. “Sesuai permintaan dari perangkat setempat, kami berikan karung sebanyak 250 sak, sesek sepuluh lembar, dan patok sebanyak 20 batang,” papar bapak anak dua tersebut.

Untuk diketahui, ketinggian air luapan tersebut bervariasi di beberapa titiknya. Yaitu berkisar antara 20 cm hingga 50 cm. Tergantung kontur dari wilayah itu sendiri. Wilayah yang terdampak itu sendiri berada di RT 02, RW 03 Dusun/Desa Pandansari, Purwoasri.

Fasilitas umum yang tergenang

1.     SDN 1 Pandansari

2.     Masjid

3.     Dua buah makam desa setempat

Dampak lainnya

1.     Banjir genangi satu dusun

2.     Air sempat masuk ke tiga rumah warga

3.     Lahan pertanian seluas 150 ha tergenang

4.     Akses warga tergenang luapan

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia