Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kasus Pembunuhan Budi Hartanto: Korban Sempat Disiksa Pelaku

10 April 2019, 11: 59: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan dan mutilasi budi hartanto

KORBAN: Budi Hartanto semasa hidup.

KEDIRI KOTA – Aksi pelaku mutilasi terhadap Budi Hartanto, 28, benar-benar kejam. Pelaku tersebut kemungkinan sempat menyiksa korban saat masih hidup. Hal itu bisa diketahui dari luka-luka yang ada di tubuh mayat yang terjadi saat korban masih dalam keadaan bernyawa.

Selain dimutilasi pada bagian kepala, tubuh mayat Budi juga terdapat beberapa luka. Luka tersebut seperti dihasilkan dari sayatan benda tajam. Bukan luka akibat pukulan ataupun benturan dengan benda tumpul. Luka-luka itu setidaknya ada di bahu, lengan, dada, hingga pergelangan tangan.

"Jika dari hasil visum otopsi, luka yang berada di badan, tangan, dan bahu diperkirakan saat korban masih hidup," terang Kepala Urusan Forensik Dokpol Bhayangkara Kediri dr Tutik Purwanti SpF, saat diwawancarai Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Dari jenis sayatan dan perkiraan bahwa luka itu dibuat pelaku saat korban masih hidup, Tutik juga mengatakan bahwa hal itu dilakukan saat korban masih bernapas. Karena itulah, ada tanda-tanda pula bahwa korban sempat memberontak saat pelaku melakukan aksinya.

Fakta lain yang diperoleh tim forensik saat melakukan otopsi pada Rabu (3/3) di RSUD Mardi Waluyo, Kabupaten Blitar, adalah cara pelaku memutilasi korban. Menurut Tutik, di bagian yang termutilasi itu sayatannya tidak rapi. Karena itu tim forensik mengambil kesimpulan bahwa pelaku melakukan pemotongan dengan tergesa-gesa. Juga tidak dilakukan dengan sekali potong, namun beberapa kali sayatan.

Kasus Budi Hartanto

Kasus Budi Hartanto

“Luka mutilasi ditemukan dari leher ke atas, di bagian sekitar jakun,” terangnya.

Perkiraan bahwa pelaku menyayat dengan terburu-buru diperoleh dengan melihat hasil yang membekas di tubuh yang telah ditemukan. Ada bekas sayatan benda tajam di berbagai titik leher. Hal itu memperkuat kemungkinan bahwa cara pelaku melakukan aksi biadabnya dengan menyayat. Bukan dipotong langsung seperti dipenggal menggunakan senjata tajam yang besar. "Dari lukanya, terlihat seperti disayat dari kulit leher depan hingga ke tulang," imbuh Tutik.

Hasil dari otopsi dan visum yang dilakukan oleh tim forensik, saat ini sudah diserahkan ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. Kini pihak tim forensik Bhayangkara Kediri masih terus melakukan koordinasi dengan tim Labfor Polda Jatim untuk menunggu hasil dari pemeriksaan.

Tutik menjelaskan bahwa selain luka sayatan, tidak ditemukan luka dari benda tumpul. Karena diperkirakan setelah dilakukan mutilasi oleh pelaku, tubuh jenazah tidak dianiaya lagi.

Diberitakan sebelumnya, Budi Hartanto, warga Kelurahan Tamanan, Mojoroto, menjadi korban pembunuhan sadis. Lelaki yang juga tenaga honorer di SDN Banjarmlati 2 Kota Kediri tersebut dibunuh dengan cara dimutilasi. Bagian kepala pemuda yang juga seorang guru tari tersebut dipotong. Bagian tubuh bawahnya kemudian dibuang di tepi sungai Temas Baru di Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar. Sedangkan bagian kepalanya hingga tadi malam masih belum diketemukan.

Tutik juga menjelaskan bahwa saat ini tim forensik masih belum bisa memperkirakan waktu tepatnya Budi mengembuskan napas terakhirnya. "Kalau diperkirakan, rentang waktunya terlalu jauh dari saat terakhir kali korban bertemu dengan orang pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB hingga ditemukan meninggal pada Rabu keesokan harinya sekitar pukul 08.00," paparnya.

Sementara itu, penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Jatim masih dalam tahap pencarian benang merah antara keterangan para saksi dan fakta di lapangan. Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera, saat ini anggota penyidik berusaha semaksimal mungkin untuk segera mengungkap kasus pembunuhan ini.

"Saat ini masih dilakukan pendalaman, dari Polda Jatim, Polres Kediri Kota, Polres Kediri, dan Polres Blitar Kota terhadap keterangan saksi dan temuan di lapangan," ungkap Barung.

Temuan Kasus Budi Hartanto

-         Polisi belum menentukan jam kematian korban. Hanya, polisi sudah menduga kuat bahwa pembunuhan berlangsung di Kediri, bukan di Blitar.

-         Pisau yang digunakan pelaku bukan pisau besar. Itu dilihat dari bekas sayatan yang ada di leher bagian atas korban.

-         Pelaku melakukan mutilasi dengan menyayat korban. Bukan memenggal dengan pisau yang besar.

-         Luka-luka di sekujur tubuh korban terjadi saat korban masih hidup. Luka itu dari benda tajam, bukan pukulan atau benturan dengan benda tumpul.

Sumber : Keterangan tim forensik berdasarkan hasil otopsi

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia