Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Masih Menyelidiki Penyebab Kematian Rian

10 April 2019, 11: 28: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

rian maulana

KORBAN: Rian Maulana, pemuda asal Dusun Josaren, Desa Kalirong, Tarokan.

KEDIRI KABUPATEN – Penyelidikan kasus yang tewasnya Rian Maulana,19, terus berlangsung. Namun, polisi kesulitan untuk memastikan apa penyebab utama kematian pemuda asal Dusun Josaren, Desa Kalirong, Tarokan, itu. Apakah karena didorong oleh anak-anak jalanan yang ikut menumpang di truk saat itu atau karena sebab lain.

Karena itulah, polisi akhirnya masih memisah penyelidikan kasus ini. Untuk kematian Rian masih ditangani oleh unit kecelakaan lalu lintas (laka lantas) Polres Kediri. Sedangkan satu kasus lagi ditangani oleh satuan reserse kriminal (satreskrim). Yaitu kasus perampasan barang-barang milik teman korban oleh gerombolan anak punk yang disebut ada di bak truk tersebut.

Sebelumnya,  tubuh Rian ditemukan di tepi Jalan Raya Kediri – Kertosono, Desa Minggiran, Papar, pada Sabtu (6/4) malam. Ada dugaan Rian jatuh karena didorong oleh gerombolan anak punk yang menumpang truk yang sama dengan yang dinaiki korban. Penyebabnya Rian menolak memberikan barang yang diminta gerombolan tersebut.

Terkait kejadian itu petugas kepolisian telah memeriksa beberapa saksi. Dari saksi yang didatangkan itu termasuk tiga teman Rian yang sama-sama menumpang truk. Yaitu Dadang Fuad Suhara, 18; M. Aldi Riski, 17; dan M. Abdulah Hafid, 20. “Dari keterangan yang kami dapatkan, saksi masih belum ada yang tahu kejadian seperti apa,” jelasnya.

Kevin menambahkan, ada beberapa hal yang menyulitkan penyelidikan. Selain tidak ada yang melihat secara langsung, saksi juga tidak ada yang melihat nomor polisi kendaraan yang berjenis truk kontainer tanpa bak tersebut. Polisi pun berusaha untuk melengkapi datanya dengan melakukan pemeriksaan closed circuit television (CCTV) di lokasi kejadian. Hanya, hasil pemeriksaan masih belum menunjukkan hasil.

Sementara itu, bila kasus jatuhnya Rian ditangani unit laka lantas, soal penjarahan ditangani satreskrim. Hal itu diakui oleh Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Ambuka Yudha Hardi Putra. “Kasus penjarahannya memang kami tangani,” ujarnya

Namun hingga kemarin (8/4) kasus masih dalam penyelidikan. Polisi masih belum mengetahui di mana keberadaan 20 anak punk yang dilaporkan melakukan penjarahan pada teman-teman Rian tersebut. 

Sedangkan untuk mencegah agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Ambuka mengatakan akan bekerja sama dengan anggota sabhara agar melakukan razia. “Sebenarnya sudah banyak imbauan kepada pengendara,” tutur Kevin.

Namun meski pengedara truk telah melakukan penolakan, anak-anak punk tersebut tetap nekat ikut naik truk. Bahkan mereka naik tanpa sepengetahuan supir. Nekat meloncat ke bak truk.

Kejadian ini terjadi sabtu malam (6/4). Pada saat itu Rian bersama tiga temannya pulang mengikuti acara salawatan di Ponpes Lirboyo. Namun ketiganya tidak langsung pulang. Tapi pergi ke Papar untuk mengunjungi temannya. Karena tidak ada ongkos mereka memutuskan untuk menumpang truk konteiner tanpa bak. Mereka menumpang dari daerah Semampir, Kota Kediri.

Setibanya di Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo,truk berhenti. Saat itulah sekitar 20 anak punk ikut naik. Selanjutnya truk melanjutkan perjalanan. Pada saat perjalanan tersebut keempat anak termasuk Rian dimintai rokok. Karena mengatakan tidak punya rokok, Rian langsung dikepung gerombolan anak punk tersebut. Saat itulah diduga di antara gerombolan ini ada yang mendorongnya hingga terjatuh dari truk.

Jenazah Rian ditemukan warga terjatuh di pinggir jalan di pinggir Jalan Raya Kediri-Kertosono, tepatya di Desa Minggiran, Kecamatan Papar.   

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia