Senin, 22 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Puluhan Sekolah Terkendala Server

UNBK Sesi Pertama Mundur sampai 20 Menit

26 Maret 2019, 11: 38: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

UNBK

MUNDUR LIMA MENIT: Siswa SMK Muhammadiyah 2 Nganjuk tidak bisa langsung mengerjakan soal UNBK di sesi pertama, kemarin. Sebab, server lokal tidak bisa langsung terhubung dengan server pusat. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

NGANJUK–Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMK kemarin diwarnai masalah server di sesi pertama. Akibatnya, puluhan sekolah harus mundur dari jadwal semula. Meski demikian, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Pemprov Wilayah Kabupaten Nganjuk memastikan kendala tersebut tidak memengaruhi dua sesi lainnya.

          Kepala Cabdisdik Pemprov Wilayah Kabupaten Nganjuk Edy Sukarno mengatakan, dari laporan yang diterima, tidak semua sekolah mengalami kendala server di sesi pertama. Dari 84 lembaga, ada 32 sekolah yang sempat bermasalah. “Yang lain lancar,” ujar Edy kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Menurut Edy, kendala itu terjadi akibat tidak terkoneksinya server lokal dengan pusat. Akibatnya, siswa belum bisa login sekitar pukul 07.30 sesuai dengan jadwal sesi pertama. “Tidak terkoneksi dengan server di pusat,” ungkap pria asal Tuban ini.

          Karena kendala tersebut, jadwal sesi pertama untuk mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesi di puluhan sekolah tersebut harus mundur beberapa menit. Edy mengungkapkan, jadwal di setiap sekolah tidak sama. “Ada yang 10 menit, ada yang mundur sampai 20 menit,” ujarnya.

          Meski sesi pertama sempat mundur, Edy memastikan pelaksanaan USBN di sesi kedua dan ketiga berjalan sesuai jadwal. Yakni sekitar pukul 10.30 untuk sesi kedua. Sedangkan sesi ketiga tetap dimulai sekitar pukul 14.00. “Yang sesi terakhir, anak-anak pulang jam 16.00. Semuanya sesuai dengan jadwal,” terangnya.

          Pelaksanaan sesuai jadwal itu, menurut Edy karena sekolah memanfaat waktu jeda antara sesi pertama dan kedua. Setiap pergantian sesi, panitia memberikan waktu sekitar satu jam. Karena itulah, sekolah memotong waktu istirahat mereka.

          Terkait kendala yang dialami puluhan sekolah kemarin, menurut Edy tidak hanya dialami Kabupaten Nganjuk. Daerah lain di Jawa Timur juga mengalami hal serupa. “Saya tadi kontak di Tuban, juga sama masalahnya di sesi pertama,” tutur mantan Kepala Cabdisdik Pemprov Wilayah Bojonegoro-Tuban ini.

          Untuk kendala lain seperti pemadaman listrik sudah diantisipasi sejak awal. Edy mengakui awalnya sempat waswas karena ada informasi pemadaman listrik dari PLN kemarin. Terutama di beberapa wilayah di Kecamatan Loceret, Nganjuk, dan Sukomoro.   

          Untungnya, cabdisdik segera mengontak PLN. Karena itulah, kemarin pagi, tidak ada pemadaman listrik di wilayah  tersebut. “PLN mengira ujian sudah selesai,” tandasnya.

          Terpisah Kepala SMK Muhammadiyah 2 Nganjuk Garim mengaku, ujian di sekolahnya juga terlambat beberapa menit. Setelah itu bisa langsung diatasi. “Biasanya di hari pertama memang kendala server. Setelah itu lancar,” beber pria asal Patranrejo, Berbek ini.

          Di sekolahnya, UNBK hanya digelar dua sesi. Dari 56 siswa,  mereka hanya menempati satu ruangan. “Kami bagi separo. Ada 28 anak di setiap sesinya,” imbuhnya.

          Untuk diketahui, UNBK SMK kemarin mendapat perhatian dari Bupati Novi Rahman Hidhayat. Didampingi kacabdisdik, Bupati Novi meninjau tiga sekolah. Yakni di SMKN 2 Nganjuk, SMKN 1 Nganjuk, dan SMKN 1 Bagor.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia