Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Tidak Boleh Terlambat

Siswa Harus Datang 45 Menit sebelum UNBK

25 Maret 2019, 11: 58: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

UNBK

NGANJUK–Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMK akan dimulai serentak pagi ini. Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Pemprov Wilayah Kabupaten Nganjuk meminta peserta tidak datang terlambat ke sekolah. Pasalnya, jika mereka tak tepat waktu akan rugi. Sebab, panitia tidak memberi tambahan waktu.

          Kasi SMK Cabdisdik Pemprov Wilayah Kabupaten Nganjuk Suyitno mengatakan, pelaksaan UNBK harus tepat waktu sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Pasalnya, server soal dari pusat. Karena itulah, pihaknya meminta siswa maupun pengawas tidak boleh datang terlambat. “Harus tepat waktu dimulai,” tegas Suyitno.

          Sesuai petunjuk teknis (juknis), lanjut Suyitno, siswa datang ke sekolah sekitar 45 menit sebelum ujian berlangsung. Dengan demikian, mereka bisa mempersiapkan diri di sekolah.

          Jika siswa terlambat, mereka tidak mendapat tambahan waktu untuk mengerjakan soal. “Jadi, waktu tetap berjalan. Konsekuensi yang terlambat, waktunya terpotong,” ujar pria berkacamata ini.

          Untuk mengawasi jalannya ujian, cabdisdik telah menunjuk pengawas dengan sistem silang. Sehingga, pengawas  di ruangan bukan dari sekolah yang bersangkutan. Setiap ruangan akan diawasi satu guru.

          Lebih jauh Suyitno menjelaskan, total ada 7.305 siswa yang mengikuti UNBK SMK. Sesi pertama dengan mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesia dimulai sekitar pukul 07.30. Adapun sesi sesi ketiga atau terakhir, dijadwalkan selesai 16.00. “Yang melaksanakan sesi ketiga, baru selesai sore hari,” tuturnya.

          Dia mengungkapkan, tidak semua SMK melaksanakan ujian dengan tiga sesi. Beberapa sekolah terutama yang siswanya di bawah 200 anak, hanya menggelar dua sesi saja. Yakni mulai pukul 07.30 sampai 12.30.

          Seperti diberitakan, total ada 84 SMK yang menjadi penyelenggara UNBK. Tiga di antaranya harus menggabung dengan sekolah lain. Yakni, SMK Ainul Yaqin Bagor menggabung ke SMKN 1 Nganjuk, SMK PGRI 3 Tanjunganom ke SMK PGRI 1 Tanjunganom dan SMK Roudlotul Muslimin Prambon ke SMKN 1 Gondang.

          Sebelum pelaksanaan UNBK pagi ini, proses sinkronisasi soal sudah tuntas Sabtu lalu (23/3). Namun, ada beberapa SMK yang baru melaporkan kemarin. “Hari ini (kemarin, Red) ada yang baru dilaporkan. Seluruh sekolah sudah sinkron,” tandasnya.  

Untuk mengantisipasi kendala listrik padam, menurut Suyitno setiap sekolah sudah menyiapkan genset dan uninterruptible power supply (UPS). Dengan demikian, ketika listrik padam, siswa tetap bisa melanjutkan pengerjaan soal. “Tapi kami berharap jangan sampai terjadi listrik padam. Cabang juga sudah bekerjasama dengan PLN,” imbuh Suyitno.

Terpisah, Wakil Kepala SMKN 1 Nganjuk Bidang Kehumasan dan Kesiswaan Suharjo mengatakan, total ada 494 siswanya yang mengikuti UNBK. Mereka akan menempati lima ruangan yang berisi rata-rata 33 anak. “Karena murid kami banyak, ujian digelar tiga sesi,” kata Suharjo.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia