Senin, 22 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Banjir Genangi Enam Desa

Akibat Sungai Klinter Meluap

25 Maret 2019, 11: 48: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

Banjir

BANJIR LAGI: Petugas BPBD melakukan evakuasi setelah air menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Baron dan Kertosono, Jumat malam (22/3). (BPBD for radarkediri.id)

NGANJUK- Setelah lahan pertanian di Desa Sumengko, Sukomoro dan Desa Nglaban, Kecamatan Loceret, banjir kembali menerjang beberapa desa di Kabupaten Nganjuk, Jumat malam lalu (22/3). Yakni enam desa di Kecamatan Baron dan Kertosono.

          Lantaran air masuk ke perkampungan warga, mereka yang menjadi korban banjir khawatir air dari luapan Sungai Klinter membawa limbah lalu menyebabkan air sumur mereka tercemar.

Kemarin (23/3), Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( Kalaksa BPBD) Kabupaten Nganjuk Soekonjono membatalkan pengiriman air bersih ke lokasi terdampak banjir di Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono. “Dari hasil survei anggota di lapangan, kondisi air sumur warga tidak ada yang bermasalah,” katanya.

Banjir

(BPBD for radarkediri.id)

Menurutnya, tidak ada air yang mengeluarkan bau tak sedap. Apalagi, di beberapa desa yang rumahnya terdampak luapan Sungai Klinter mayoritas sudah menggunakan sumur bor. “Sementara ini dropping air belum kami laksanakan,” ucap Seoko

Seperti diketahui, selain Desa Lambangkuning, Kertosono desa lain yang ikut terdampak adalah Desa Kalianyar, Drenges, Tanjung dan Nglawak dan Desa Kemaduh, Kecamatan Baron. Meluapnya Sungai Klinter itu terjadi sejak Kamis lalu (21/3), dengan ketinggian 20-80 cm. Akibat meluapnya sungai tersebut, puluhan rumah kemasukan air. Sebagian lagi menggenang di jalan yang ada di desa. 

Hingga kemarin, genangan air masih berada di beberapa titik. Meski genangan sudah lebih dari dua hari, kondisi air sumur warga  belum ada yang tercemar. Meski begitu, Seoko meminta warga terus aktif berkoordinasi dengan timnya yang ada di lapangan agar penanganan untuk kebutuhan masyarakat bisa segera diatasi.

Sejauh ini belum ada dampak kerusakan akibat luapan Sungai Klinter yang terjadi sejak Kamis lalu (21/3). Meluapnya Sungai Klinter menjadi catatan bagi BPBD, kawasan rawan banjir tidak hanya terjadi di bagian utara, tengah, dan selatan, tetapi juga sudah masuk ke wilayah timur. “Kondisi saat ini luapan air mulai surut,” ungkap Soeko. Meski begitu, warga tetap harus waspada karena potensi hujan lebat masih terus terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Hingga kini, BPBD sudah mendirikan beberapa titik posko untuk lokasi rawan bencana. Tidak hanya posko di lokasi rawan banjir, tapi juga di kawasan rawan longsor.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia