Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Politik

USBN SMP Jadi Penentu Kelulusan

Sub Rayon Mengambil Naskah Soal Kertas

25 Maret 2019, 11: 14: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

USBN

WAJIB DIIKUTI: Siswa SMPN 1 Nganjuk saat mengerjakan soal USBN dalam simulasi beberapa hari lalu. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

NGANJUK – Ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SMP akan menjadi penentuan kelulusan siswa. Karena itulah, seluruh siswa wajib mengikuti ujian berbasis kertas dan komputer itu. Bagi yang absen, Dinas Pendidikan (Disdik) Nganjuk menjadwalkan ujian susulan setelahnya.

          Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kabupaten Nganjuk Hadi Sukamto mengatakan, USBN wajib diikuti seluruh siswa kelas IX. Pasalnya, ujian tersebut merupakan penentu kelulusan siswa. “Nanti sekolah yang menentukan kelulusan siswanya,” ujar Hadi kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Hadi mengungkapkan, ada beberapa kriteria kelulusan siswa SMP. Yang pertama, setiap siswa harus menyelesaikan program pembelajaran dari semester awal sampai akhir. Kedua, sekolah akan menjumlah nilai rapor siswa semester 1-5 dengan nilai USBN dan praktik. “Menjadi nilai akhir sekolah,” ungkap pria berkacamata ini.

USBN

PERSIAPAN TERAKHIR: Ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SMP akan dimulai Senin besok. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

          Berikutnya, sekolah juga menilai sikap siswa selama di sekolah. Nilai karakter tersebut minimal B. Sedangkan, nilai ujian nasional (unas) tidak menjadi penentu kelulusan. “Nilainya sebagai syarat mendaftar ke jenjang berikutnya,” terangnya.

          Karena sifatnya wajib, Hadi berharap, tidak ada siswa yang absen selama ujian berlangsung. Namun demikian, pihaknya sudah menjadwalkan USBN susulan yang dimulai pada 2 April nanti. “Dimulai tanggal 2 (April), kemudian dilanjutkan tanggal 4 (April),” ujar Hadi.

          Untuk diketahui, USBN SMP di Kabupaten Nganjuk dijadwalkan pada 25 Maret – 1 April. Dari 81 lembaga, ada dua sekolah menyelenggarakan USBN berbasis komputer. Yakni SMPN 1 Nganjuk dan SMPN 2 Tanjunganom. Sedangkan sebanyak 79 lembaga masih menggunakan ujian berbasis kertas.

          Hadi menambahkan, setiap sekolah menentukan sendiri kriteria ketuntasan minimal (KKM). Beberapa sekolah menetapkan KKM sebesar 6,5. Sedangkan sekolah lain sampai 7,5. “Sekolah sendiri yang menentukan KKM,” ungkapnya.

          Lebih jauh dia mengatakan, kemarin sebanyak 18 sub rayon mengambil naskah soal di percetakan. Yakni untuk mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggirs. Setelah itu, masing-masing sub rayon akan menyimpan naskah sampai sekolah mengambilnya sebelum tiga mapel tersebut diujikan. “Diambil siang tadi (kemarin, Red) naskah soalnya,” pungkas Hadi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia