Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Masuk Ilegal, Benih Impor Rawan Hama dan Penyakit

20 Maret 2019, 17: 11: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

Benih Impor Rawan Hama?

Benih Impor Rawan Hama?

KEDIRI KOTA - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya mewanti-wanti para importer dan petani agar waspada terhadap benih yang mereka impor. Benih dari luar negeri yang tidak sehat bisa mengancam ketahanan pangan di wilayah ini.  Karena benih-benih itu mengandung hama dan penyakit yang bisa merusak tanaman pangan.

Karena itu, sejak awal BBKP Surabaya akan memperketat masuknya arus benih impor. Petani juga diingatkan agar tidak menggunakan benih impor ilegal. Yang masuk tanpa melalui proses karantina dari BBKP.

“Tidak hanya pemasukan benih saja, kami juga memeriksa benih yang akan dikirim ke luar negeri. Karena kalau terdeteksi di sini banyak hama penyakit pada komoditas ekspor, akan sulit benih kita dijual ke luar (negeri),” terang Kepala BBKP Surabaya Musyaffak kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Pemerintah, tambah Musyaffak, semakin ketat mengawasi distribusi benih tanaman dari dalam dan luar negeri. Sebab, pemerintah menengarai adanya arus masuk ilegal dari benih-benih impor tersebut. Padahal, benih yang masuk tanpa melalui prosedur yang benar rawan sekali mengandung hama dan penyakit berbahaya.

Menurut Musyaffak, Kediri merupakan salah satu sentra pertanian di Indonesia. Terutama menjadi daerah dengan basis tanaman sayur-sayuran. Di Kediri juga banyak industri benih. Hal inilah yang menjadi kewaspadaan BBKP. Mereka terus memantau aktivitas distribusi perusahaan benih tadi.

“Di sini kami ada pos pemantauan keluar-masuknya media pembawa tumbuhan termasuk benih. Kami bekerjasama dengan Kantor Pos Besar Kediri,” jelasnya.

Pengetatan proses keluar-masuk benih tersebut dianggap hal yang penting. Sebab apabila tidak ditangani dengan baik dan lolos pemeriksaan, akan berimbas kepada kepercayaan. Juga izin dari negara lain kepada Indonesia. Kepercayaan tersebut adalah dalam hal ekspor komoditas pertanian. Terutama kepada perusahaan benih yang melakukan penjualan ke luar negeri.

Musyaffak menjelaskan, pemeriksaan pemasukan dan pengeluaran benih tidak hanya dilakukan di bandara maupun pelabuhan saja. Di Kota Kediri sudah ada kantor perwakilan BBKP Surabaya. Tepatnya di Kantor Pos Besar Kediri. “Apabila dari bandara belum sempat diseleksi, sehingga pemeriksaannya dilakukan di Kantor Pos Besar Kediri yang membawahi beberapa daerah di sekitarnya,” terangnya.

Menurut Musyaffak, pemerintah memang harus mengambil sikap. Yakni dengan menegakkan aturan. Termasuk melarang setiap benih tanpa dokumen resmi. Tujuan utamanya tentu untuk memproteksi perkembangan benih impor.

Ia menambahkan bahwa pencegahan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan. Musyaffak menjelaskan bahwa bagian tanaman yang tidak dilengkapi sertifikat kesehatan tumbuhan atau hewan dan izin dari Kementan tersebut sangat berbahaya. Terutama apabila dikembangbiakkan di Indonesia. Apabila tanaman tersebut membawa hama dan penyakit yang berbahaya akan dicegah masuk ke Indonesia. Termasuk jenis Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang belum ada di Indonesia.

OPTK adalah semua organisme pengganggu tumbuhan yang ditetapkan oleh menteri untuk dicegah masuknya ke dalam dan tersebarnya di dalam wilayah negara Republik Indonesia. Bagi petugas karantina hal ini menjadi suatu tantangan agar untuk kegiatan selanjutnya lebih mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat secara luas. Baik pengguna jasa atau pemilik benih tentang aturan karantina. Sehingga benih impor yang masuk melalui wilayah kerja Kantor Pos Besar Kediri tanpa dokumen dapat dikurangi.

“Benih dan bibit yang ditahan tersebut, bila pemiliknya tidak dapat memenuhi persyaratan karantina. Selanjutnya benih akan dilakukan penolakan dan tindakan pemusnahan,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia