Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Mayat Perempuan Mengapung di Waduk Perning

Alami Depresi, Korban Nekat Tinggalkan Rumah

20 Maret 2019, 10: 19: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

Mayat

MURNI TENGGELAM: Tim Inafis Polres Nganjuk dan RS Bhayangkara mengecek kondisi tubuh Ari Trinawati setelah dievakuasi kemarin sore. (Dokumen Polres Nganjuk for radarkediri.id)

NGANJUK- Warga Desa Perning, Kecamatan Jatikalen, kemarin sore gempar. Pasalnya, sekitar pukul 16.00 kemarin, Ari Trinawati, 31, warga Desa Ngringin, Lengkong ditemukan tewas tenggelam di waduk Perning. 

          Jasad perempuan lajang itu pertama kali ditemukan oleh Fandi, 15, warga setempat. Pemuda yang tengah berjalan di tepi waduk itu terkejut melihat sesosok mayat perempuan mengapung di pinggir waduk.

          Dia langsung ketakutan dan berteriak meminta tolong. “Teriakan saksi didengar oleh warga di sekitar waduk,” ujar Kapolsek Jatikalen Iptu Joko Purnomo.

          Mendengar teriakan tetangganya, warga langsung berbondong-bondong menuju waduk. Setelah memastikan jasad mengapung itu benar-benar tak bernyawa, warga lantas melaporkan hal tersebut ke perangkat desa dan ke Polsek Jatikalen.

          Polisi yang tiba di lokasi sekitar pukul 17.30, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Bersama relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk, mereka mengangkat jenazah Ari.

          Di lokasi itu juga, polisi langsung melakukan pemeriksaan fisik tubuh perempuan malang itu bersama tim dari RS Bhayangkara. Hasilnya, polisi tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan atau tindak kejahatan di tubuh korban. “Meninggal karena tenggelam,” terang Joko.

          Lebih jauh perwira dengan pangkat dua balok di pundak ini menegaskan, Ari yang menderita gangguan jiwa didapati sering pergi meninggalkan rumah. Adapun kemarin, Ari meninggalkan rumah sekitar pukul 10.00. Dia keluar dengan berjalan kaki.

          Pihak keluarganya juga tidak mengetahui kemana kepergian perempuan yang memakai baju bermotif bunga dan celana abu-abu itu pergi. Mereka baru mengetahui jika Ari tewas setelah mendapat kabar dari polisi.

          Setelah memastikan korban meninggal akibat tenggelam, Joko menyebut polisi langsung menyerahkan mayatnya kepada keluarga untuk dimakamkan. Selebihnya, polisi tidak mendalami kasus ini lebih jauh. Termasuk kabar yang menyebut jika Ari diusir oleh keluarganya. “Kami belum menerima kabar kalau dia diusir dari rumah,” tegasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia