Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Ribuan Pemilih Keluar dari TPS Asal

Terlambat Urus A5, Harus Memilih Sesuai DPT

20 Maret 2019, 10: 13: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

TPS

PLENO: Komisioner KPUD Nganjuk menandatangani berita acara penetapan DPTb secara bergantian, kemarin. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

NGANJUK–Jumlah pemilih yang akan mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Nganjuk kembali berubah. Saat penetapan daftar pemilih tambahan (DPTb) tahap II kemarin, ada ribuan pemilih yang tercatat keluar dari TPS asalnya.

          Komisioner Divisi Perencanaan dan Informasi Data KPU Kabupaten Nganjuk Muchiyin mengatakan, pendataan DPTb tahap II dilakukan sejak 18 Februari sampai 17 Maret. Untuk pemilih beda kabupaten, sebagian mengurus di TPS asal dan langsung datang ke KPU dan panitia pemungutan suara di Nganjuk. “Yang pindah pilih di dalam Nganjuk, mengurus di sini,” ujar Muchiyin.

          Dari pendataan selama sebulan itu, Muchiyin mengungkapkan, pemilih yang masuk sebanyak 871 orang. Sementara pemilih yang keluar sebanyak 1.853 orang. Jumlah itu merupakan akumulasi dari DPTb tahap I yang ditetapkan pada pertengahan Februari lalu.

          Meski ada pemilih keluar-masuk, Muchiyin memastikan, daftar pemilih tetap (DPT) pemilu di Kabupaten Nganjuk tidak berubah. Seperti diketahui, DPT hasil perbaikan (DPTHP) tahap II yang sudah ditetapkan sebanyak 859.478 jiwa. “Jumlah DPT tetap, kami hanya mencatat keluar masuk pemilih di TPS,” ungkap pria asal Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan ini.

          Mengenai DPTb, Muchiyin menjelaskan, tidak semua pemilih keluar mencoblos di luar Nganjuk. Pasalnya, mereka yang masuk DPTb keluar bisa jadi hanya pindah karena berbeda daerah pemilihan (dapil) maupun kecamatan. “Nyoblosnya tetap di Nganjuk,” tuturnya.

          Lebih jauh Muchiyin berujar, sebagian besar pemilih yang mengurus formulir A5 adalah para pekerja. Baik pemilih yang memutuskan memilih di Nganjuk maupun warga Nganjuk yang mencoblos di luar daerah. “Untuk santri dan penghuni lapas (lembaga pemasyarakatan) sudah masuk di DPTb tahap I,” tandas Muchiyin.

          Bagaimana dengan pemilih yang belum sempat mengurus formulir A5? Muchiyin menyebut, batas waktu pengurusan sudah ditutup Minggu lalu (17/3). Karena itulah, agar hak pilihnya tidak hilang, yang bersangkutan harus mencoblos di TPS asal atau berdasar DPT.

          Namun, hal itu tidak berlaku bagi pemilih yang dirawat di rumah sakit (RS) dan warga binaan lapas. Pasalnya, meski terlambat mengurus A5, nama mereka bisa dimasukkan di TPS RS dan lapas. “Pengurusannya H-3 sebelum pencoblosan,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia