Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Kediri Kota Bekuk Residivis Penjambretan asal Tulungagung

Terancam Lima Tahun Penjara

19 Maret 2019, 15: 43: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

jambret polres kediri kota

BEBER BUKTI: Kapolresta Kediri AKBP Anthon Hariadi membeber barang bukti dan pelaku saat rilis media, kemarin (18/3). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA - Bukan pertama kalinya Wahyu Kurniawan, 30 terjerat kasus pidana. Warga asal Jalan Trunojo, Desa Ngunjang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung ini bahkan baru keluar penjara.

“Baru keluar (penjara) Januari,” akunya kepada wartawan ketika dilakukan press release kemarin (18/3). Wahyu terjerat kasus yang sama, yaitu penjambretan.

Bahkan, menurut pengakuan ayah satu anak tersebut, dia telah melakukan penjambretan selama delapan kali. Setiap kali aksinya, lokasi berbeda-beda. Di mana lima aksinya dilakukan di Kabupaten Kediri, sedangkan ketiga lainnya di Kota Kediri. “Untuk wilayah kota, tersangka menyasar di sekitar jalan masuk Kapten Tendean Perempatan Bance, Jalan Supersemar, dan Kelurahan Ngronggo,” ungkap Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Hariadi.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Jawa Pos Radar Kediri, setelah terbebas dari masa tahanan. Wahyu mengaku kembali melakukan penjabretan karena kurangnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Karena pernah menjadi tersangka di Pores Tulungagung, pria kelahiran 1987 itu mengganti lokasi operasinya ke wilayah Kediri. Sedangkan lima lokasi yang berada di Kabupaten Kediri, mulai Perempatan Jimbun, Kecamatan Ngadiluwih, Sekitar Pabrik Gula Ngadirejo, dan Jembatan Kecamatan Kras. “Dalam delapan aksinya, hanya itu yang berhasil dilakukan,” tutur Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Andy Purnomo.

Untuk memperlancar aksinya, Wahyu terlebih dahulu mengamati lokasi buruannya. Operasinya dilakukan sekitar pukul 21.00 ke atas. Korbannya adalah pengendara yang lengah, atau tidak berhati-hati. Tidak hanya menaruh gawai di dashboard, dan menaruh tasnya di depan.  Beruntung, selama melakukan aksinya, tidak ada korban terluka akibat perbuatanya. “Dari aksi yang terakhir, tersangka sempat jatuh dan gagal melakukan kejahatan,” imbuhnya.

Namun apes nasib Wahyu, setelah gagal melakukan aksinya, pria yang bekerja sebagai wiraswasta ini digerebek pihak kepolisian Minggu (17/3) sekitar pukul 22.00. Tanpa melakukan perlawanan, membuat petugas dengan mudah mengamankan Wahyu. Residivis pelaku penjamberatan ini diamankan di rumahnya. Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, bersama dengan barang bukti, Wahyu telah diamankan di Mapolres Kota Kediri.

Sedangkan akibat perbuatannya, Wahyu telah melanggar pasal dijerat pasal 365 ayat 1 KUHP tentang Pencurian. “Ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara,” tutur Andy.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia