Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Sportainment

Cartika Wishesha, Petenis Muda Internasional asal Kediri

Raih Peringkat 3 ITF-Junior ICS

17 Maret 2019, 11: 40: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

Cartika Wishesha, Petenis Muda Internasional asal Kediri

Cartika Wishesha, Petenis Muda Internasional asal Kediri

Bukan tanpa alasan gadis Kediri ini menekuni olahraga tenis. Passion-nya benar-benar klop. Deretan prestasi satu per satu dicapainya. Tak hanya di kancah nasional, juga di level internasional. Ambisi menjadi petenis profesional pun menyembul.

“Pertama ikut ayah tenis di lapangan Pelti (Kota Kediri). Lama-lama coba mukul-mukul kok bisa.  Akhirnya tertarik.” Itulah untaian kalimat dari Cartika Wishesa Dewi Lestari di awal wawancara dengan Jawa Pos Radar Kediri. Saat diwawancarai itu gadis berusia 17 tahun itu baru saja selesai latihan di lapangan tenis SMA Negeri Ragunan Jakarta.

Ya, saat ini gadis beralamat di Perumahan Mojoroto Indah Kota Kediri tersebut tengah menempuh pendidikan di sekolah khusus olahraga tersebut. Sekolah yang banyak menelurkan atlet-atlet andalan Indonesia.

Minggu Inspiratif Radar Kediri

Minggu Inspiratif Radar Kediri

“Mulai masuk sini sejak kelas dua SMP,” ujar Cartika.

Sebelum pindah ke Jakarta, Cartika menempuh pendidikan di Kota Kediri. Mulai sekolah dasar hingga bangku sekolah menengah pertama. Sempat bersekolah di SMPN 4 Kediri namun hanya sampai kelas tujuh saja. Naik kelas delapan, Cartika sudah dipindah ke sekolah khusus atlet tersebut.

Bukan perkara mudah bagi Cartika beradaptasi di sekolah barunya. Butuh waktu untuk membiasakan diri di sekolah barunya.  Di tempat barunya ia harus serba mandiri. Tidak hanya dalam kehidupan  sehari-hari. Juga ketika mengikuti suatu turnamen. Kalau biasanya dia diantar kedua orang tuanya, saat di Ragunan dia harus mandiri kala mengikuti turnamen.

Cartika pun harus pandai untuk memendam rasa. Meskipun tengah merindukan keluarganya dia memendamnya dalam-dalam. Tak bisa seenaknya bisa pulang kampung. Cartika harus bersabar menanti saat-saat meluapkan rasa kangen keluarga. “Saya pulang ketika hari Lebaran saja,” ucap Cartika.

Gadis yang baru saja tampil brilian di ajang ITF-Junior International Championship Singapura, 3-9 Maret 2019, itu kemudian bercerita awal dia berkenalan dengan tenis lapangan. Ketertarikannya mulai muncul saat dia duduk di kelas 3 SD Negeri Banjaran 5 Kota Kediri. “Saat itu coba main sama ayah, ternyata bisa,” kenang gadis kelahiran 2002 ini.

Melihat bakat yang dimiliki putrinya,  sang ayah yang anggota Polri, AKP Priyono, kemudian memanggil seseorang untuk khusus melatih putrinya. Latihan serius itu berlangsung mulai dia menginjak kelas empat sekolah dasar. Dan, tidak butuh lama untuk melihat bakat tenis yang dia miliki. Karena itu sang pelatih sudah berani mengikutkan Cartika ke turnamen. Hebatnya Cartika bisa menembus babak final. “Namun waktu di babak final tidak boleh main. Karena kurang banyak pengalaman,” ungkap anak ketiga dari tiga bersudara itu.

Setelah itu, sedikit demi sedikit kemampuan tenisnya berkembang. Mengantarkannya ke banyak turnamen. Ketika duduk dibangku kelas lima, Cartika mengikuti seleksi Olimpiade Olahraga dan Sains Nasional (O2SN). Tampil sebagai juara di tingkat Jawa Timur. Memberinya kesempatan berlaga di putaran nasional di Balikpapan.

Sepulangnya dari Balikpapan, putri Kapolsek Banyakan ini kemudian dipanggil oleh klub tenis Semen Gresik. “Namun saat itu sekolahnya masih di Kediri,” ungkap penggemar Roger Federer dan Novac Djokovic ini.

Jalan tenis yang dipilih Cartika mendapat dukungan dari pihak sekolah. Tak hanya soal dispensasi ketika bertanding saja, para guru pun memberikan dukungan penuh.

Namun, tak ada jalan yang mulus. Onak pun menghiasi perjalanan Cartika hingga saat ini. Dia sempat vakum selama satu tahun dari lapangan tenis. Tepatnya ketika sebelum tampil di O2SN 2016. Yaitu ketika sang ibunda, Wiwik Agustina, jatuh sakit. “Karena mama sakit tidak ada yang mengantarkan saya latihan,” aku Cartika.

Karena lama tak latihan itulah saat dipanggil untuk O2SN Cartika sempat menolak. Dia merasa kurang persiapan. Namun dukungan dari keluarga membuatnya berlaga. Dan, meskipun dengan persiapan seadanya Cartika mampu tampil merebut medali emas.

Perjalan Karir

2016           Wakil Jatim di Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) di Malang, mendapat medali emas.

2016           O2SN di Balikpapan, mendapat medali emas.

2017           Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Semarang, meraih perunggu di nomor ganda campuran.

2018           Wakil Jatim dalam Popnas di NTB, mendapat emas

2019           ITF-Junior International Championship Singapura, juara tiga ganda putri berpasangan dengan Lynelle En Tong Lim dari Singapura.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia