Minggu, 24 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Akan Tambah Jam Perjalanan KA

15 Maret 2019, 10: 47: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

KAI

SWITCHOVER: Puluhan pekerja mengerjakan pengalihan jalur lama ke jalur double track di rel Jl Supriyadi, Kota Nganjuk. Proyek itu membuat jalan dari arah utara dan selatan perlintasan KA ditutup hingga malam hari. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Sementara itu, pascapengoperasian jalur double track Jombang-Madiun segmen Stasiun Baron-Nganjuk kemarin, PT KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun berencana menambah perjalanan kereta api (KA) di sepanjang jalur tersebut. Sebelumnya, mereka perlu mengkaji potensi pasar setelah semua jalur beroperasi.

          Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan, pengoperasian jalur ganda Jombang-Madiun nanti akan membawa banyak dampak positif. Di antaranya, grafik perjalanan yang semakin meningkat, tidak ada persilangan, dan kecepatan KA bisa ditingkatkan.

“Yang pasti waktu tempuhnya akan semakin cepat,” ungkap Ixfan kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Dengan dampak positif tersebut, Ixfan memastikan, Daop 7 akan menambah jam perjalanan KA di wilayahnya. Terutama KA yang melintas dari Jombang-Madiun sampai ke Solo, Jawa Tengah. “Double track yang tersambung dari Jombang ke Solo,” lanjutnya.

          Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan jumlah KA yang ditambah. Pasalnya, Daop 7 perlu mengkaji dulu potensi pasar setelah semua jalur dioperasikan nanti. Yakni dari Jombang sampai Madiun. Sebab, baru segmen Stasiun Baron-Nganjuk yang beroperasi. “Harus ada pertimbangan dulu sebelum menambah jam perjalanan. Mulai dari potensi pasar, jumlah armada, dan dukungan lokomotif,” tutur pria kelahiran Surabaya ini.

          Selain itu, jelas Ixfan, stasiun di beberapa wilayah yang dibangun lebih megah juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat pemberhentian KA. Terutama KA lokal dari Kediri. “Kami harap bisa dimanfaatkan nanti. Perlu dukungan juga dari pemerintah daerah,” tandasnya.

          Untuk diketahui, kemarin merupakan hari pertama pengoperasian double track Jombang-Madiun untuk segmen Stasiun Baron-Sukomoro-Nganjuk. Untuk menyiapkan jalur sepanjang 16,7 kilometer (km) itu, petugas dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT KAI melakukan switchover atau pengalihan dari jalur lama ke jalur baru double track.

          Pengerjaan serentak di tiga stasiun itu dimulai sejak pukul 06.00. Karena itulah, sekitar pukul 07.00, PT KAI menahan perjalanan KA di stasiun-stasiun sebelumnya. Sementara itu, selama pengerjaan switchover, jalur perlintasan KA di Jl Supriyadi, sebelah barat Stasiun Nganjuk ditutup. Arus lalu-lintas dari dialihkan ke Jl Dipongero dan Jl AR Saleh.

          Setelah tersambung, Ixfan mengatakan, KA melanjutkan perjalanan lagi sekitar pukul 09.00. Sedangkan, jalur perlintasan ditutup sampai malam hari. Pasalnya, demi keamanan pengendara, pihaknya harus melakukan pengaspalan setelah jalur ganda dioperasikan. “Kami sudah berkoordinasi dengan polisi untuk menutup jalan sementara waktu,” urai Ixfan.

          Terpisah, Pengawas Teknik Proyek Double Track Jombang Madiun Sudarto menambahkan, pengoperasian dilakukan secara bertahap. Setelah Baron-Nganjuk, jalur berikutnya adalah segmen Nganjuk-Babadan (Madiun). Kemudian operasi terakhir adalah Jombang-Kertosono-Baron. “Sekarang fokus ke pengerjaan jembatan Brantas di Kertosono,” imbuhnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia