Minggu, 24 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Pengawet Makanan Jadi Faktor Pemicu

14 Maret 2019, 15: 07: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

Ginjal

Ada banyak faktor penyebab penyakit gagal ginjal. Baik yang diderita orang dewasa, lansia maupun anak-anak. Dr FX Teguh Prarnoto SpPD, dokter penyakit dalam di RSUD Nganjuk mengatakan, penyakit ginjal bisa disebabkan dari penyakit lain.

          Yang paling sering adalah hipertensi. Selain itu, kata Teguh, gagal ginjal juga berasal dari penderita diabetes. Adapun faktor lain di antaranya infeksi pada ginjal, batu ginjal, dan gangguan saluran kemih. “Memang komplikasi penyakit bisa menyebabkan gagal ginjal,” ujar Teguh.

          Bahkan, menurut Teguh, penyakit ginjal bisa dipicu karena faktor genetik. Meskipun jumlah kasusnya kecil, gangguan itu bisa menurun dari orang tua ke anak-anaknya.

          Teguh melanjutkan, pemicu lain yang justru wajib diwaspadai adalah faktor makanan. Salah satunya, makanan yang banyak mengandung pengawet, perasa, dan pewarna. Permasalahannya, orang lebih suka mengonsumi jenis makanan tersebut. “Padahal kalau tidak dikendalikan, tidak baik untuk ginjal,” ungkapnya.

          Untuk minuman, lanjut dia, sebaiknya masyarakat menghindari minuman berenergi yang berlebihan. Jangan sampai diminum setiap hari. Dari beberapa kasus yang ditemui di RSUD, minuman tersebut menjadi faktor yang mempercepat penyakit gagal ginjal.

          Di samping makanan dan minuman, Teguh juga mengingatkan bahaya mengonsumsi obat penghilang nyeri yang tidak terkendali. Karena itu, sebaiknya konsumsi obat nyeri harus melalui resep dokter. “Ketika sering diminum, fungsi ginjal menurun,” lanjutnya mengingatkan.

          Lebih jauh dia mengatakan, penanganan penyakit ginjal bukan menjadi domain dokter di rumah sakit saja. Sebab, pencegahan harus lintas sektoral yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya, dinas kesehatan (dinkes), dinas ketahanan pangan dan perikanan (DKPP), dan dinas pendidikan (disdik). “OPD  di luar dinkes juga bisa membantu pencegahan,” ungkapnya.

          Misalnya disdik. Selama ini, pelajar sering membeli makanan yang dijajakan di luar sekolah. Masalahnya, makanan yang dijual biasanya banyak mengandung bahan kimia yang berbahaya. Jika dikonsumsi setiap hari, makanan itu sangat berbahaya bagi siswa.

          Karenanya, sekolah bisa menyediakan kantin sehat. Sementara DKPP dan dinkes bisa melakukan uji kandungan makanan di luar sekolah secara berkala. (baz/ut)

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia