Minggu, 24 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Events

Juara Tourism Video dan Photography Competition School Contest XII

Dua Kali ke Kelud karena Harus Rekam Ulang

13 Maret 2019, 16: 39: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

juara school contest xii

KREATIF: (dari kiri) Reni Dwi, Titis Gita, Bagas Tri, Vina Damayanti, dan Achmad Maskur dari tim SMKN 1 Ngasem juara Tourism Video Competition. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Dua lomba bergengsi di SC XII adalah Tourism Video Competition dan Photography Competition. Peminatnya membeludak. Namun akhirnya, tim SMKN 1 Ngasem dan siswi SMAN 1 Tanjunganom yang meraih juara. Karya mereka diapresiasi juri.

 

IQBAL SYAHRONI

school contest xii

CEKATAN: Nadia Af’idatun dari SMAN 1 Tanjunganom juara lomba fotografi. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Senin siang itu (11/3) , sekitar pukul 13.00 suasana SMKN 1 Ngasem masih terlihat ramai. Murid-murid kelas tiga terlihat sedang bersantai sehabis ulangan sekolah. Ada yang di masjid, di gazebo, ada pula yang berada di kantin.

Terlihat lima siswa menuju ke kantin. Mereka dua laki-laki dan tiga perempuan. Kelimanya adalah satu tim yang memenangi juara lomba Tourism Video Competition dalam School Contest XII 2019 Jawa Pos Radar Kediri. Mereka tampak terlihat energik. Entah karena lega setelah mengerjakan soal ujian atau karena euforia kemenangan rekaman video mereka menjadi juara pertama dalam kontes pelajar terakbar se-Karesidenan Kediri tersebut.

Bagas Tri Atmaja, 19, sang ketua tim pembuat video bertema “Keluarga Bahagia”, itu mulai angkat bicara. “Masih terbawa suasana diumumkan pemenangnya kemarin (3/3) Mas,” imbuhnya.

Memang, Bagas masih tidak menyangka, bahwa video yang mereka buat bisa menjadi juara pertama pada lomba Tourism Video Competition School Contest 2019.

Bagas sempat kebingungan karena harus melakukan reshoot atau mengambil gambar dan video ulang. Hal tersebut terjadi gara-gara salah satu file video yang diambil di sekitar kawasan Gunung Kelud hilang.

“Panik Mas, awalnya saya sudah cari ke memory card dari kamera, hingga ke folder di laptop. Tapi tidak ada. Padahal sekitar satu minggu setelah saya pikir filenya hilang, video harus dikumpulkan,” urainya.

Saking paniknya dan tidak ingin mengecewakan sekolahnya, tim Keluarga Bahagia harus kembali ke kawasan Gunung Kelud. Itu untuk mengambil gambar ulang. Pasalnya, video yang diberi judul ‘Harmony of Kediri Regency’ itu terasa kurang jika melewatkan salah satu spot wisata yang terkenal di Kabupaten Kediri tersebut.

Gunung Kelud merupakan salah satu dari beberapa spot wisata di Kediri yang akan diangkat di videonya. Selain itu, juga ada Candi Tegowangi di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan. Wisata Air Terjun Dolo di Kecamatan Mojo. Lalu, kawasan monumen Simpang Lima Gumul (SLG), serta wisata kuliner dan edukasi seperti pecel tumpang khas Kediri dan Batik Panji.

Setelah melakukan pengambilan gambar ulang, tidak disangka-sangka, file yang awalnya sudah dipikir hilang ternyata terselip di antara folder di komputer sekolah. “Saya pikir waktu itu sudah saya pindah ke laptop saya, Mas,” lontar Bagas sambil tertawa.

Lima sekawan itu lega sekaligus puas karena kendala tersebut dapat mereka lewati dan berbuah manis. Bagas menambahkan, keempat temannya berperan besar dalam meraih juara pertama lomba Tourism Video dalam SC XII itu.

Kelimanya memiliki jobdesc masing-masing. Reni Dwi A dan Vina Damayanti bertugas sebagai pembuat naskah. Titis Gita bertugas sebagai dubbing (pengisi suara) di dalam video dan Bagas serta Achmad Maskur berperan sebagai editor video.

Untuk pengambilan gambar, kelimanya bergantian. “Juga dibantu oleh guru lab kami, Mas Elfis Rahmatullah. Itu untuk mendampingi pengambilan gambar melalui drone,” imbuh Bagas.

Tak hentinya mereka mengucapkan syukur karena mampu memenangi lomba bergengsi yang dihelat Jawa Pos Radar Kediri itu. Keringat dan waktu mereka yang tersita untuk fokus pada lomba terbayarkan. Mereka mampu membawa harum nama sekolah mereka di tingkat daerah.

Ucapan syukur juga tidak berhenti dari pemenang Photography Competition School Contest XII 2019. Adalah siswi berumur 17 tahun bernama Nadia Af’idatun Ummah yang menjuarai lomba foto tersebut.

“Masih tidak menyangka foto saya yang terpilih menjadi juara,” imbuhnya sesaat setelah turun dari panggung di Convention Hall, SLG, Minggu (3/3) lalu.

Perempuan yang masih duduk di bangku kelas 11 IPA 3 SMAN 1 Tanjunganom, Nganjuk ini menjelaskan bahwa dirinya sempat menangis karena terharu. Pasalnya, tak menyangka lomba baris kreasi dalam event SC XII yang dipotretnya saat hari itu terpilih dewan juri menjadi juara fotografi.

Nadia mengungkapkan, sudah berkecimpung di dunia fotografi sejak duduk di bangku SMP. Namun, saat SMA mulai mendalami dengan kameranya. Awalnya ia banyak mengambil gambar dari kamera handphone.

Nadia juga menambahkan bahwa dirinya masih bingung untuk mencari tema foto yang akan diserahkan pada dewan juri Photography Competition SC XII 2019. Hingga pada detik terakhir, ia memiliki ide untuk mengambil perlombaan baris kreasi yang sedang berjalan waktu itu di convention hall SLG.

“Dari panitia memang mewajibkan tema fotonya apa saja yang terkait kegiatan School Contest,” terangnya.

Nadia pun mencoba mengambil beberapa foto mulai dari berbagai angle. Mulai dari keramaian saat suasana di dalam gedung convention hall, lomba band, Perang Mading, hinga akhirnya ia memutuskan untuk memilih foto baris kreasi yang ia beri judul “Movement Harmony”.

Senyum ramah dan dengan perasaan yang campur aduk masih terpancar dari raut wajah Nadia. Ia terus mengucapkan syukur, karena hobi yang ia tekuni membuahkan hasil yang luar biasa.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia