Minggu, 24 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Politik

USBN MTs Pakai Ponsel Pintar

Kemenag Pastikan Sekolah Sudah Siap

13 Maret 2019, 12: 19: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

USBN

SARPRAS SIAP: Siswa MTsN 5 Nganjuk mengikuti pelajaran komputer di laboratorium. Dua pekan lagi ruangan ini akan digunakan untuk USBN BSK. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

NGANJUK–Selain SMP, Madrasah Tsanawiyah (MTs) juga menyelenggarakan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dua pekan lagi. Di Kabupaten Nganjuk, MTs sudah menggelar ujian berbasis smartphone dan komputer (BSK). Bahkan, ada separo sekolah yang beberapa siswanya menggunakan ponsel pintar.

          Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupten Nganjuk M. Khoirul Anam mengatakan, sebanyak 72 MTs menyelenggarakan USBN secara mandiri. Jumlah itu terdiri dari 10 MTs negeri dan 62 MTs swasta. “Di MTs tidak ada sekolah yang menggabung. Semua menjadi penyelenggara mandiri,” ujarnya.

          Dari jumlah itu, kata Anam, separo sekolah sudah berbasis komputer. Sisanya, sebagian komputer dan beberapa anak  akan mengerjakan soal dengan ponsel pintar. “Di satu sekolah, hanya beberapa saja yang memakai ponsel. Tidak banyak,” ungkap Anam.

          Dia mengakui, pelaksanaan USBN BSK di MTs memang baru pertama kali diterapkan tahun ini. Meski demikian, sekolah sudah berpengalaman menyelenggaran ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun lalu. “Pada 2018, semua MTs sudah menggunakan komputer,” tuturnya.

          Sedangkan untuk pemakaian ponsel pintar, baru diterapkan di USBN tahun ini. Anam mengatakan, selain milik sendiri, siswa nanti juga mendapat pinjaman dari guru dan sekolah. Pasalnya, spesifikasi ponsel pintar yang dipakai harus sesuai dengan standar ujian.

          Untuk mempersiapan USBN MTs, lanjut Anam, pihaknya sudah menggelar beberapa kali simulasi. Karenanya, kantor kemenag memastikan pelaksanaan USBN BSK nanti berjalan lancar. “Kami sudah simulasi. Tidak ada kendala berarti,” kata Anam optimistis.

          Untuk diketahui, USBN MTs digelar selama lima hari. Yakni 25-30 Maret. Total ada sebanyak sembilan mata pelajaran (mapel) yang diujikan. Sekolah akan menjadwalkan ujian digelar dalam dua sesi per hari. Sehingga, ada dua mapel yang diujikan tiap harinya.

          Selain empat mapel yang diujikan di UNBK seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, IPA dan IPS, pelajaran lain adalah akidah, bahasa Arab, muatan lokal (mulok) dan prakarya. “Untuk KKM (kriteria ketuntasan minimal) di MTs rata-rata 7,5,” beber Anam.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia