Minggu, 24 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kebakaran di SPBU Turus, Ini Penyebabnya

Terbakar Saat Isi Pertalite

12 Maret 2019, 11: 52: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

kebakaran spbu turus

SUDAH PADAM: Pegawai SPBU membersihkan sisa-sisa kebakaran. (Andhika Attar - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN - Si jago merah sempat menyambangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Desa Turus, Gampengrejo, semalam. Percikan api terjadi saat karyawan SPBU mengisi bahan bakar jenis pertalite yang dibeli oleh pedagang eceran. Beruntung api tak sampai merambat ke mana-mana. Hanya membakar jeriken yang hendak diisi pertalite. 

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB tadi malam. Berdasarkan keterangan seorang karyawan SPBU kobaran api tak berlangsung lama. “Beruntung kobaran api bisa dipadamkan dalam waktu kurang dari lima menit,” ujar Kapolsek Gampengrejo AKP Mukhlason kepada koran ini semalam.

Menurut keterangannya, kejadian bermula di terminal 2 SPBU tersebut. Saat petugas mengisi jeriken milik Kuswadi, 55, warga Desa Plosorejo, Gampengrejo. Tak berselang lama bahan bakar keluar dari selang tiba-tiba muncul percikan api. “Saat pengisian masih sekitar 10 liter terjadi percikan api pada jeriken besi,” imbuhnya.

Hingga akhirnya jeriken eceran tersebut dilemparkan oleh Kuswadi. Sang pemilik jeriken pun refleks menuntun sepeda motor miliknya menjauh dari terminal 2 SPBU tersebut.

Karyawan SPBU pun langsung bertindak cepat memadamkan api. Selain itu, mereka juga memadamkan kobaran api yang menjilat bahan bakar yang tumpah di lantai SPBU.

Karyawan SPBU memadamkan api menggunakan alat pemadam kebakaran ringan (Apar) yang berada di SPBU. Selain itu, mereka juga menggunakan pasir yang memang disediakan jika terjadi hal seperti itu.

Kobaran api sendiri relatif tidak terlalu besar. Ketinggian kobaran api itu juga tidak sampai menjilat langit-langit SPBU. Pasalnya atap SPBU di sana juga dalam keadaan baik-baik saja dan tidak mengalami kerusakan. Pun lampu yang ada di atas kobaran api juga masih bisa menyala.

Berdasarkan keterangan seorang karyawan, tujuh rekannya yang membantu memadamkan api. “Kami total menghabiskan lima buah Apar. Yang kecil dua buah, yang besar tiga buah,” terang Candra, seorang karyawan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Juga tidak ada korban luka-luka. Bahkan kondisi terminal dua dan SPBU itu sendiri dalam keadaan baik-baik saja. Mesin pengisian di terminal dua masih bisa digunakan dan tidak mengalami kerusakan.

“Selangnya masih bisa digunakan. Mesinnya pun tidak apa-apa,” aku Candra. Bahkan, sekitar jam 20.00 WIB aktivitas SPBU sudah kembali normal seperti sediakala. Para pembeli pun kembali mengantre untuk membeli bahan bakar di sana.

Sisa-sisa kebakaran tersebut nyaris tidak ada. Kecuali bekas apar dan pasir yang berada di sekitar titik kebakaran. Para karyawan pun mulai membersihkan sisa-sisa apar tersebut dengan alat seadanya. Yaitu dengan sapu dan dibantu dengan guyuran air.

Untuk diketahui, ada tiga terminal pengisian bahan bakar di sana. Dengan total ada empat mesin. Karenak kobaran api bisa langsung dijinakkan, tidak ada petugas pemadam kebakaran yang datang.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia