Minggu, 24 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Jelang Panen Tambak, Harga Udang Turun

12 Maret 2019, 10: 54: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

udang di pasar kediri

MURAH: Udang di pasar. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA – Menjelang bulan panen di tambak pada April, harga udang di pasaran turun menjadi Rp 90 ribu per kilogram. Penurunan harga dimulai sejak sekitar Februari akhir. Dengan stok yang masih banyak, dan penurunan harga di pasaran, permintaan pembeli dari pasar masih stabil.

          Salah satu penjual udang di Pasar Setonobetek Wahyu, 34, menjelaskan bahwa memang harga pasaran dan udang tambak mengalami penurunan. Ia mengakui bila penurunan harga berlaku untuk semua jenis ikan laut termasuk cumi-cumi dan udang. “Sudah sejak sebulan lalu,” imbuhnya.

          Wahyu juga menjelaskan bahwa memang hasil dari tambak yang ia ambil di Lamongan dan Tuban itu selalu turun harga menjelang musim panen. Udang yang dijual di lapaknya pun juga ada dua ukuran, yang kecil sekitar size 30, dan size 60. Udang yang ia jual di lapaknya jenisnya sama, Udang Vaname.

          Dari dua size yang ia jual, harganya juga berbeda. Untuk yang ukuran lebih kecil ia jual di harga Rp 70 ribu, sedangkan ukuran 60 ia jual di harga Rp 90 ribu per kilogram.

          Wahyu menambahkan bahwa naik turunnya harga ikan dan udang yang didapatkan dari tambak selalu dilakukan sebelum dan sesaat panen. Dalam satu tahun, bulan April dan September merupakan bulan panen.

Perubahan harga menjadi turun biasanya terjadi pada satu bulan sebelum panen. Sedangkan saat bulan panen, harga bisa naik dan turun, tergantung dari tambak. Ia menjelaskan bahwa jika harga jual dari pemasok tidak dinaikkan, ia juga tidak akan menaikkan harga jualnya di pasar.

Namun ia juga menambahkan bahwa ketika gagal panen, maka harga akan semakin naik. “Pas tahun baru dulu sampai menyentuh angka penjualan Rp 110 ribu per kilonya,” imbuhnya.

          Wahyu juga menjelaskan bahwa ia dalam sekali mengambil udangnya sebanyak 15-30 kilogram setiap dua hari. Ia mengambil sebanyak itu juga karena tergantung stok sisa, maupun stok dari tambak. Apakah masih cukup, atau kurang. “Kadang kalau sudah panen, bisa ambil banyak,” imbuhnya.

          Sundari, salah seorang pembeli udang di lapak Wahyu memaklumi bahwa harga udang tambak menurun dan naik. Ia memang jarang membeli udang untuk makanan sehari-hari keluarganya. “Kebetulan tadi anak saya pengen dimasakin udang. Harganya juga masih standar jika satu kilonya Rp 90 ribu,” imbuhnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia